WASHINGTON - Senat Amerika Serikat (AS) meloloskan kebijakan penyelamatan sistem ekonomi Negeri Paman Sam yang tertuang dalam program bailuot USD700 miliar. Saat ini, nasib paket kontroversial ini ada di tangan DPR AS.
Keputusan ini diambil pada Rabu (1/10/2008) waktu setempat. Paket pencahar krisis likuditas senilai Rp6,5 ribu triliun ini, mengantongi suara 74-25. Senat AS, yang dipimpin oleh Harry Reid, mendesak agar DPR AS secepatnya dapat mengesahkan bailout.
"Harapan saya, DPR AS mau mengikuti langkah kami," ujarnya seperti dikutip dari CNBC.com, Kamis (2/10/2008).
Keputusan ini membuat Presiden AS George W Bush lega. Bahkan, Bush memuji langkah partai Demokrat dan Republik yang telah mendukung progam yang dirancang oleh Menteri Keuangan Hendry Paulson.
"Mereka melakukan yang terbaik. Mereka telah mengambil keputusan yang sangat vital untuk menyelamatkan ekonomi AS. Dalam paket itu juga mengatur keamanan asuransi milik warga Amerika dan unit bisnis warga Amerika," ujar Bush.
Bursa Saham Langsung Terkoreksi
Sementara itu, keputusan ini langsung berimbas pada pasar saham global. Indeks Dow Jones turun 19,95 poin atau 0,18 persen ke posisi 10.831,07 dan Nasdaq turun 22,48 poin ke posisi 2.069,4.
Koreksi terparah justru terjadi di pasar Asia. Hang Seng turun 62 poin atau 0,35 persen ke posisi 17.953,97, Nikkei turun 129,51 poin atau 1,14 persen ke posisi 11.238,75.
(rhs)