Finance


Serbuan Bank Asing di Indonesia

BI: Bank Nasional Tingkatkan Daya Saing

Jum'at, 3 Oktober 2008 - 19:00 wib
text TEXT SIZE :  
foto: ist

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengingatkan bank nasional untuk meningkatkan daya saing dan mampu berbicara di tingkat regional.

Hal ini terkait dengan maraknya serbuan bank asing yang masuk ke Indonesia. Namun, dengan konsep Arsitektur Perbankan Indonesia (API) bank nasional bisa mencapai harapan tersebut.

Deputi Gubernur BI Muliaman D Hadad mengakui, saat ini belum ada bank nasional yang mampu mengglobal atau bekiprah di tingkat regional, seperti ASEAN. Namun, dia optimististis dengan konsep API target tersebut bisa tercapai. Selain itu bank nasional mendapat perlakuan sama di kawasan Asia Tenggara.

"Mestinya beberapa bank nasional bisa berkiprah di luar (Asia Tenggara) karena ada azas resiprokal. Kenyataanya, saat ini belum ada yang mampu dan ke depan akan menuntut pemain lokal untuk eksis di tempat lain karena (perizinan pendirian bank) lebih mudah," jelasnya di Jakarta, belum lama ini.

Menurut Muliaman, dengan keterbukaan tersebut seharusnya perbankan nasional bisa meningkatkan kinerjanya. Hal tersebut bisa dilakukan melalui transfer pengetahuan dari bank lain yang terlebih dulu go regional. Selain itu, upaya pendirian bank besar dengan modal kuat untuk kebutuhan tersebut sudah dilakukan melalui API. Namun, penguatan modal tetap berbanding lurus dengan perbaikan kualitas pelakunya.

"Kita tetap harus comparable size-nya dengan bank pemain regional sehingga bisa ke sana, bisa ke sini. Tujuan kita sekarang adalah membesarkan pemain yang ada. Saya.belum tahu kapan hal itu akan tercapai," paparnya.

Lebih lanjut, Muliaman menjelaskan sejalan dengan tujuan tersebut, maka konsolidasi perbankan melalui merger atau akuisisi juga harus dilaksanakan. Bank hasil konsolidasi tidak hanya meningkatkan modal, melainkan bisa meningkatkan kinerja secara keseluruhan. Apalagi, kinerja perbankan nasional selama ini tetap menunjukkan perbaikan pasca krisis ekonomi dan keuangan beberapa waktu lalu.

"Kinerja perbankan kita sampai saat ini telah mencapai ranking tertinggi dibanding negara-negara tetangga. Akan tetapi, hal itu tidak cukup tanpa mengimplementasikan hal-hal yang telah diatur di API seperti perbaikan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG) maupun yang lain," imbuhnya.

Sebagai informasi upaya go regional perbankan sudah dirintis beberapa pemain besar dari Singapura dan Malaysia. Bahkan, Thailand sudah lama merintis ini meski tidak segencar dua negeri jiran tersebut dengan meloloskan Bangkok Bank untuk beroperasi di Jakarta. Sedangkan, hanya segelintir perbankan nasional yang telah mengglobal ataupun go regional.

Sementara langkah dua Negeri Jiran yakni Singapura dan Malaysia memang terbilang fantastis. Beberapa bank nasional bahkan terbilang bank berukuran besar, mulai diakuisisi kelompok investasi mereka yakni Grup Temasek dan Khazanah.

Singapura berkibar dengan PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Sedangkan Malaysia melalui bendera CIMB telah mengambil PT Bank Niaga Tbk dan PT Bank Lippo Tbk yang dimerger menjadi PT Bank CIMB Niaga Tbk. Selain itu telah menyelesaikan proses akuisisi PT Bank Internasional Indonesia (BII) Tbk melalui Malayan Banking Berhad (Maybank).
(Tomi Sujatmiko/Sindo/ade)

o1 o2

Berita Lain

o3 o4