ekonomi global


Kongres AS Setuju, Bush Sahkan Bailout

Sabtu, 4 Oktober 2008 - 10:58 wib
text TEXT SIZE :  
Candra Setya Santoso - Okezone
Presiden AS Bush. foto: AFP

WASHINGTON - Presiden AS George W Bush akhirnya mensahkan paket penyelamatan sektor keuangan senilai USD700 miliar, pada Jumat (3/10/2008) malam. Hal tersebut dilakukan setelah melalui perdebatan yang cukup panjang.

Seperti dikutip dari Associated Press, Sabtu (4/10/2008), pihak DPR AS memberikan persetujuan dalam pengambilan suara. Di mana 263 suara setuju, dan 171 suara menolak.

Persetujuan tersebut membuat Bush langsung mengambil keputusan untuk memberikan tanda tangan guna mempercepat proses pembuatan Undang-Undangnya.

Hal itu juga dilakukan untuk segera meredam gejolak pasar global akibat tak jelasnya program untuk pembenahan sektor finansial yang terjadi di negara adidaya itu.

Namun, anehnya setelah persetujuan program bailout, pasar bukannya bergairah melainkan justru sebaliknya. Begitu juga dengan nilai tukar dolar AS yang malah merosot.

Penyebabnya adalah pasar yang sudah beralih menjadi kecemasan pada terjadinya resesi. Sehingga tak lagi fokus pada respons untuk segera menyelamatkan sektor finansial dari kejatuhan.

"Mungkin karena program tersebut dinilai sudah terlalu terlambat. Jika persetujuan ini diberikan lebih cepat, mungkin dampaknya jauh lebih besar dalam mengembalikan kepercayaan pasar," kata ekonom BNP Paribas di New York, Anna Piretti.

Sebelumnya, sektor keuangan sempat mempunyai harapan setelah Wells Fargo & Co menyatakan akan membeli Wachovia Corp. Namun, langkah itu belum mampu meredam kecemasan pasar. Apalagi setelah negara bagian California menyatakan sudah kehabisan uang.

Di samping itu, negara Perancis sendiri mengatakan bahwa dunia sudah berada di ambang kehancuran dan para pemimpin Eropa terpecah dalam dua kubu terkait dengan upaya mengatasi masalah di sektor keuangan.

Sementara Menteri Keuangan AS Henry Paulson, yang menjadi ketua lobi untuk program penyelamatan itu mengatakan, para regulator harus segera mengimplementasikan kekuatan darurat untuk mulai membeli aset-aset bermasalah yang dimiliki perbankan.

"Kami telah menunjukkan kepada dunia, bahwa Amerika Serikat akan menstabilkan sektor finansial negara kami dan mempertahankan posisi sebagai pemeran utama dalam perekonomian global," kata Bush dalam keterangan singkatnya. (ade)

o1 o2

Berita Lain

o3 o4