JAKARTA - Kebijakan Amerika Serikat (AS) yang menyalurkan dana talangan sebesar USD700 miliar diyakini tidak akan mengganggu ekspor migas. Penerimaan sektor migas akan lebih dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah.
"Yang perlu diwaspadai adalah pergerakan rupiah karena akan berpengaruh terhadap exchange rate dan mempengaruhi penerimaan di bidang pertambangan dan energi,"ucap Menneg ESDM, Purnomo Yusgiantoro, saat ditemui di Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Minggu (5/10/2008).
Menurut Purnomo, kebijakan AS untuk melakukan bailout atau dana talangan tidak memberi sentimen negatif terhadap investasi. Karena pada umumnya investasi asing di Indonesia berbentuk jangka panjang melalui investasi langsung atau FDI (Foreign Direct Instvestment). Dimana investasi ini tidak melalui pasar modal dan IHSG.
"Jadi kedepannya mudah-mudanan tidak terganggu dengan kejadian di AS sekarang," ucapnya
Kendati demikian, bukan berarti pemerintah akan lalai dalam mengantisipasi imbas dari kebijakan bailout AS tersebut. Pasalnya, dampak dari hal tersebut kemungkinan baru akan terasa dalam tiga bulan kedepan. Maka itu, pemerintah akan terus memantau perkembangan aksi bailout pemerintah AS.
(ahm)