foto: ist
JAKARTA - PT Pertamina meyakini target untuk konversi elpiji dapat terpenuhi pada 2008 dan 2009.
"Tahun ini target yang ingin kita raih adalah 15 juta kepala keluarga. Sedangkan untuk tahun depan adalah 22 juta kepala keluarga," ujar Senior Vice Presiden Pemasaran Pertamina Hanung Budia, di sela halal bihalal di kantor Pertamina Pusat, Jalan Perwira, Jakarta Pusat, Senin (6/10/2008).
Dia mengungkapkan, saat ini (per 5 Oktober 2008) sudah sebanyak 9,3 juta kepala keluarga yang mendapatkan kompor dan tabung gas. Di mana kepala keluarga tersebut berada di wilayah Jawa dan Sumatra Selatan.
Hingga saat ini, minyak tanah yang sudah ditarik sebesar 1,4 juta liter minyak. Dengan demikian, sudah diperoleh penghematan sebesar Rp7 triliun.
Lebih jauh dia mengungkapkan, hal ini sangat tergantung pada kemajuan konversi tersebut terhadap persedian tabung, kompor, dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) yang akan dibangun. "Harus dibangun SPBE. Harus jalan agar dapat diisi refill-nya," katanya.
Sebagai informasi, produksi tabung gas nasional (tabung 3 kg) adalah 25 juta per tahun. Oleh karena itu, Indonesia masih kekurangan tabung gas. Dalam mengatasi kekurangan tersebut, telah dilakukan impor sebesar satu juta tabung gas dari China.
"Yang 1,3 juta tabung gas lagi sedang dalam proses negosiasi dengan China," tambahnya.
(ade)