Dirut Pertamina Ari Soemarno. Foto: Ist
JAKARTA - Direktur Utama Pertamina Ari Soemarno menyatakan krisis keuangan di Amerika Serikat tidak berpengaruh signifikan terhadap Pertamina.
"Hanya perlu penyesuaian sedikit saja, karena kita menggunakan valas," ujarnya, di sela halal bihalal di kantor Pertamina Pusat, Jalan Perwira, Jakarta Pusat, Senin (6/10/2008).
Hal ini menurutnya, karena Pertamina adalah pembeli dan pengguna valuta asing terbesar di Jakarta.
Menghadapi kondisi ini, menurut dia, Pertamina akan berkoordinasi dengan Departemen Keuangan, terkait imbas krisis di Amerika terhadap Pertamina. "Justru yang kita khawatirkan adalah resesi, yakni efek domino dari krisis tersebut," ujarnya.
Krisis tersebut, menurutnya, berpengaruh terhadap ekspor impor migas Indonesia dan negara-negara lainnya. Walaupun demikian, pihaknya akan melakukan peningkatan di sektor hulu terkait hal tersebut.
"Kita akan terus meningkatkan cadangan dan produksi migas," tambahnya.
Untuk sektor riil, lanjut Ari, pihaknya tetap akan menjalankan program-program yang telah ada, seperti beberapa proyek-proyek besar yang akan dijalankan, antara lain kilang LNG Dengki Senoro Sulawesi, proyek pengembangan Cilacap, serta proyek di Balikpapan.
(ade)