Menneg BUMN Sofyan Djalil. Foto: Ist
JAKARTA - Menteri BUMN Sofyan Djalil berencana akan memanggil pimpinan para BUMN besar untuk ikut dalam rapat sidang kabinet terbatas di Istana.
Hal ini dilakukan untuk mendengar usulan dan persepsi antara pemerintah dan pihak BUMN dalam menyikapi krisis keuangan di Amerika.
"Rencana ini dimaksudkan agar kita mempunyai persepsi yang sama dalam menyikapi kondisi keuangan global yang karut marut. Tentunya ini bisa disikapi tidak dengan kepanikan, " katanya kepada wartawan, di Gedung Kemenneg BUMN, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Senin (6/10/2008).
Dikatakannya, rencana pemanggilan BUMN-BUMN besar ini hanya difokuskan terhadap BUMN yang mempunyai proyek besar.
Menurutnya, rencana ini sebagai antisipasi gejolak krisis ekonomi global. Walaupun sejauh ini belum ada laporan pengaruh krisis terhadap BUMN-BUMN terbuka.
Sejauh ini dampak krisis ekonomi global terhadap ekonomi domestik tidak terlalu banyak pengaruhnya. Kondisi seperti ini sebenarnya tidak ada masalah karena yang mengalami resesi adalah negara adidaya AS.
Dalam hal ini kasusnya berbeda dibandingkan krisis ekonomi 1998 lalu, yang dampaknya sangat terasa di dalam negeri. Selain itu, dia juga meminta agar BUMN-BUMN besar tidak panik melihat kondisi krisis keuangan di AS.
Untuk itu, pemerintah mengimbau agar BUMN-BUMN yang mempunyai investasi besar atau overexposure, perlu ditinjau ulang, kecuali bagi mereka yang sudah mendapatkan pendanaan.
(ade)