JAKARTA - Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil mengimbau agar BUMN yang mempunyai investasi dolar di luar negeri, untuk dipindahkan ke dalam negeri.
Hal ini dikarenakan pemerintah membutuhkan devisa, maka dari itu BUMN-BUMN tersebut diminta untuk menginvestasikannya kembali di dalam negeri.
"Saya mengimbau, BUMN yang punya banyak dolar di luar negeri supaya dipindahkan pada sistem perbankan domestik. Kecuali untuk hal-hal tertentu dan mereka benar-benar memerlukannya di luar negeri," jelasnya kepada wartawan, di gedung Kemenneg BUMN, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Senin (6/10/2008).
Di sisi lain, melihat kondisi yang masih seperti ini, pemerintah mengurungkan niatnya untuk melakukan privatisasi BUMN.
Pasalnya, kondisi saat ini tidak mendukung dan mereka yang batal privatisasi tahun ini tinggal carry over tahun depan. "Kita harus bersabarlah, menunda privatisasi dulu," pungkasnya.
(ade)
Sektor Riil
Sofyan Djalil Imbau BUMN Tarik Investasi Dolar
Senin, 6 Oktober 2008 - 13:34 wib
Berita Lain
-
Rabu, 15/10/2008 14:10
Pertamina Ingin Tambah Kepemilikan di West Madura -
Rabu, 15/10/2008 13:10
Harga ICP Tak Turun, BBM Ikut-Ikutan -
Rabu, 15/10/2008 12:10
Harga Jual Turun Drastis
Petani Kopi, Sawit, & Kakao di Lampung Menjerit -
Rabu, 15/10/2008 11:10
GKBI Protes Peredaran Batik China -
Rabu, 15/10/2008 11:10
Korea Desak Perpanjangan Kontrak LNG RI -
Rabu, 15/10/2008 10:10
Proyek Pembangkit Listrik Berpotensi Diambil Asing -
Selasa, 14/10/2008 14:10
Krisis Ekonomi Global
Apersi: Sektor Properti Masih Aman -
Selasa, 14/10/2008 12:10
Imbas Krisis Global
Program untuk Daerah Tertinggal Dikhawatirkan Terhambat -
Selasa, 14/10/2008 10:10
Pelaku Usaha Optimistis Hadapi Krisis -
Senin, 13/10/2008 20:10
Ekspor Perikanan Oktober-Desember Tak Menentu