Sektor Riil


Penurunan Impor Bahan Baku Bersifat Musiman

Senin, 6 Oktober 2008 - 16:37 wib
text TEXT SIZE :  
Mochammad Wahyudi - Okezone
foto: depdagri.go.id

JAKARTA - Penurunan impor bahan baku dan barang modal Agustus 2008 ketimbang bulan sebelumnya tidak bisa dijadikan indikator adanya penurunan proses produksi. Penurunan ini ditenggarai hanya bersifat musiman saja.

"Penurunan satu bulan tidak bisa dijadikan dasar untuk menunjukkan adanya penurunan produksi," ungkap Deputi Bidang Statistik, Distribusi, dan Inflasi Badan Pusat Statistik (BPS) Ali Rosidi, saat jumpa pers di Jakarta, Senin (6/10/2008).

Menurut Ali, penurunan impor tersebut bisa saja dikatakan sebagai indikator adanya pelemahan dalam produksi. Asalkan, ada fakta pendukung, semisal data historis, yang bisa memperkuat argumen.

Namun, yang pasti menurutnya, penurunan tersebut hanya bersifat sementara. "Pengusaha dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu bisa saja menurunkan impor bahan baku dan barang modalnya. Ini sifatnya seasonal saja," ucap Ali.

Sebagai informasi, data BPS menunjukkan impor bahan baku Agustus sebesar 75,94 persen atau turun 0,27 persen ketimbang bulan sebelumnya sebesar 76,21 persen. Adapun barang modal sebesar 16,58 persen atau turun 0,55 persen dari sebelumnya 17,13 persen.

Sementara kenaikan impor terjadi pada sektor barang konsumsi dari 6,66 persen menjadi 7,48 persen. Sedangkan selama Januari-Agustus 2008, data BPS menunjukkan impor untuk nonmigas terbesar ada pada pembelian mesin atau pesawat mekanik dengan nilai USD11,90 milliar.

Selain itu, sebesar 17,88 persen dari total impor nonmigas Indonesia. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar ditempati China dengan nilai USD10,01 miliar dengan pangsa 15,05 persen. Kemudian Jepang USD9,49 miliar (14,27 persen) dan Singapura USD7,71 milliar (11,59 persen). (ade)

o1 o2

Berita Lain

o3 o4