Finance


Rupiah akan Bergerak di Kisaran yang Lebar

Senin, 6 Oktober 2008 - 07:54 wib
text TEXT SIZE :  
Candra Setya Santoso - Okezone

JAKARTA - Nilai tukar rupiah diperkirakan masih dihantui resesi terhadap persetujuan program penyelamatan USD700 miliar yang disepakati akhir pekan lalu. Hal tersebut mendorong situasi pasar keuangan rupiah menjadi volatile.

Selama libur Lebaran pada pekan lalu, nilai tukar dolar AS bergerak merosot terhadap mata uang utama. Penyebabnya adalah fokus pasar bukan lagi pada respons untuk segera menyelamatkan sektor finansial dari kejatuhan, tapi sudah beralih pada kecemasan pada terjadinya resesi.

Saat ini, investor masih ragu dengan efektivitas program itu dalam menyelamatkan perekonomian AS dan global melalui pembelian aset-aset bermasalah sektor perbankan.

Wall Street juga beranggapan bahwa persetujuan itu sudah sangat terlambat setelah sektor keuangan memasuki era terburuk dalam sejarah AS.

Nilai tukar rupiah pada perdagangan Jumat pekan lalu (26/9/2008) ini ditutup melemah lima poin ke posisi Rp9.380 per USD.
Sementara, rupiah pada perdagangan pada akhir liburan, Senin 29 September ini ditutup melemah 55 poin ke posisi Rp9.435 per USD, dibanding perdagangan akhir pekan lalu, di posisi Rp9.380 per USD.

Indeks Dow Jones pada penutupan akhir pekan lalu, Jumat (3/10/2008), turun 157,47 poin menjadi 10.325,38 setelah sebelumnya sempat melompat lebih dari 310 poin.

Sementara indeks Standard & Poor's 500 turun 15,05 poin menjadi 1.099,23, dan indeks Nasdaq anjlok 29,33 poin menjadi 1.947,39. (rhs)

o1 o2

Berita Lain

o3 o4