Finance


Rupiah Terjun Bebas Dekati Rp9.600

Senin, 6 Oktober 2008 - 11:00 wib
text TEXT SIZE :  
Rani Hardjanti - Okezone

JAKARTA - Kondisi nilai tukar rupiah tidak kalah hancur dengan indeks harga saham gabungan (IHSG). Bahkan, berpotensi tembus Rp9.600 per USD.

Hal itu dikatakan oleh Head Trading Bank Niaga Emanuel Kurniawan Kriswijayanto, kepada okezone di Jakarta, Senin (6/10/2008).

"Tapi dengan catatan jika pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai inflasi September 2008 masih tinggi. Sentimen itu akan memperburuk kondisi rupiah," ujarnya.

Menurutnya, nilai tukar rupiah pada perdagangan sesi pertama hari ini bergerak liar hingga menembus Rp9.535-Rp9.580 per USD. Artinya, rupiah melemah 115 poin dibanding perdagangan Senin 29 September 2008 lalu yang ditutup di posisi Rp9435 per USD.

Hal ini dikarenakan, USD banyak diburu oleh pelaku pasar global. Akibatnya, USD menjadi menguat terhadap seluruh mata uang utama dunia.

Emanuel mengatakan, melihat pelemahan signifikan ini, Bank Indonesia (BI) langsung menjaga nilai tukar di posisi Rp9.550 per USD. Jika tidak rupiah sudah tembus Rp10.000 per USD.

Kondisi perbankan Jerman yang sudah ikut tertular ancaman resesi ekonomi Amerika, menjadi salah satu indikator. "Fortis, bank terbesar di Jerman saja sudah tumbang. Jadi saat ini yang terjadi adalah krisis likuiditas," imbuhnya. (rhs)

o1 o2

Berita Lain

o3 o4