foto: ist
JAKARTA - Perdagangan indeks harga saham gabungan (IHSG) usai libur panjang Idul Fitri pada penutupan perdagangan sesi pertama, Senin (6/10/2008), anjlok sebesar 100 poin.
Saat ini, investor masih akan terus memantau perkembangan di luar terkait dengan disahkannya program bailout sektor keuangan AS senilai USD700 miliar.
Ada juga faktor yang menghambat investor masuk bursa, yaitu rencana pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) untuk inflasi September yang akan dilakukan Senin ini.
Tingkat inflasi yang diperkirakan tinggi terkait dengan Ramadan dan Lebaran, dapat memberikan tekanan tersendiri terhadap lantai bursa hari ini.
Akibatnya IHSG pada penutupan sesi pertama ditutup menguat sebesar 99,85 poin atau 5,45 persen ke level 1.732,66. Sementara indeks LQ45 turun 22,09 poin di level 347,05 dan Jakarta Islamic Indeks (JII) naik 20,64 poin menjadi 265,75.
Sedangkan volume perdagangan tercatat sebesar 1,45 miliar lembar saham atau senilai Rp1,84 miliar. Saham yang tercatat menguat sebanyak sembilan saham, 167 saham melemah, dan tujuh saham pada posisi stagnan.
Sementara itu, saham-saham yang tercatat melemah atau top loser, antara lain PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun Rp2.650 ke posisi Rp19.350, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun Rp2.050 ke posisi Rp10.900, PT Tambang Batu Bara Bukit Asam Tbk (PTBA) turun Rp1.350 ke posisi Rp8.000, PT United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp950 ke posisi Rp8.500, dan PT Smart Tbk (SMAR) turun Rp775 ke posisi Rp2.900.
Sedangkan saham-saham yang tercatat menguat atau top gainer, antara lain PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) naik Rp200 ke posisi Rp7.350, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp150 ke posisi Rp7.650, PT Bank International Ind Tbk (BNII) naik Rp115 ke posisi Rp425, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik Rp50 ke posisi Rp3.200.
(ade)