Finance


Powertel Lakukan Pengajuan Ulang Prospektus IPO

Senin, 6 Oktober 2008 - 13:49 wib
text TEXT SIZE :  

JAKARTA - PT Power Telecom (Powertel) akan mengajukan ulang prospektus penawaran umum perdana saham atau IPO (Initial Public Offering) kepada Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).

Pengajuan ulang itu dilakukan karena masa berlaku laporan keuangan auditan sebelumnya telah habis. Sesuai ketentuan yang belaku, batas waktu laporan keuangan yang diajukan adalah enam bulan.

"Batas waktu laporan keuangan auditan yang diajukan sebelumnya telah habis. Oleh karena itu kami segera mengajukan lagi prospektus IPO," ujar Vice President PT BNI Securities Jimmy Nyo selaku penjamin emisi IPO Powertel, di Jakarta, Senin (6/10/2008).

Sebelumnya, Powertel mengajukan prospektus IPO dengan menggunakan laporan keuangan auditan per Maret 2008. Masa berlaku pengajuan tersebut hingga 30 September 2008. Dengan pengajuan ulang ini, maka Powertel akan menggunakan laporan keuangan auditan terbaru, yaitu per Juni 2008. Sehingga target listing Powertel tidak berubah.

"Kami harapkan proses audit rampung pertengahan Oktober ini. Target kami listing tetap tahun ini. Mungkin sekitar November," ujar Jimmy.

Jimmy mengatakan, saat ini Powertel sedang dalam proses audit laporan keuangan baru untuk diajukan ke Bapepam. Bila dengan laporan keuangan per Maret 2008, perusahaan menjadwalkan pernyataan efektif bisa diperoleh pada 5 September 2008 dan pencatatan saham atau listing pada 18 September 2008.

Namun, karena ada beberapa dokumen yang belum lengkap, Bapepam-LK belum bisa memberikan pernyataan efektif kepada perusahaan. "Waktu itu ada beberapa kelengkapan dokumen yang harus dilengkapi. Powertel baru dapat menyerahkan dokumen yang dimaksud pada seminggu sebelum lebaran. Rupanya waktunya tidak cukup. Jadi kami akan ajukan ulang," jelas Jimmy.

Sementara, untuk jumlah saham yang akan dilepas tidak berubah. Rencananya, Powertel akan melepas 34,78 persen saham atau sebanyak dua miliar lembar sahamnya ke publik. Begitu juga dengan kisaran harga saham IPO yang telah ditetapkan sebelumnya, yaitu sebesar Rp250-350 per saham.

Dengan jumlah saham dan kisaran harga yang ditentukan, Powertel berharap bisa meraih dana segar sebesar Rp500-700 miliar. Rencananya, dana dari hasil IPO tersebut akan digunakan sekitar 59 persen untuk investasi infrastruktur jaringan telekomunikasi berbasis serat optik dan fasilitas penunjang. Sekitar 32 persen untuk tambahan modal kerja dan kebutuhan umum. Sedangkan sisanya sembilan persen untuk pembelian kembali obligasi konversi yang diterbitkan perseroan. Bertindak selaku penjamin emisi untuk IPO tersebut adalah PT BNI Securities

Setelah IPO, komposisi pemegang saham Power Telecom adalah PT Powercom Indonesia 43,04 persen, PT Power Network 22,18 persen dan publik 34,78 persen. (Juni Triyanto /Sindo/rhs)

o1 o2

Berita Lain

o3 o4