Finance


Pertumbuhan Kredit September 2008 Turun 36%

Senin, 6 Oktober 2008 - 14:50 wib
text TEXT SIZE :  
foto: corbis.com

JAKARTA - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Muliaman D Hadad mengatakan bank sentral mencatat adanya penurunan angka pertumbuhan kredit di September 2008 dibandingkan bulan sebelumnya.

Penurunan ini merupakan respons perbankan akan ancaman pertumbuhan kredit yang terlalu cepat hingga 36 persen year on year (YoY) pada Agustus.

Padahal, target pertumbuhan kredit 2008 dipatok 24,6 persen atau jauh di bawah realisasi pertumbuhan saat ini yang sudah mencapai 36 persen.

"Masalah pengendalian kredit lebih ditujukan untuk mengurangi tekanan ketatnya likuiditas. Kita hanya ingin agar bank memberikan kredit disesuaikan dengan likuiditasnya. Jadi harus dipikirkan kemampuan likuiditasnya," tegasnya di Jakarta, belum lama ini.

Menurut Muliaman saat ini BI tidak menetapkan kuota terhadap penyaluran kredit perbankan. Namun, BI akan mendorong bank agar mawas diri sehingga dalam melakukan ekspansi kredit bank juga mempertimbangkan kondisi likuiditasnya. Hal ini untuk mencegah krisis likuiditas yang akan merugikan perbankan nasional.

Kendati demikian, Muliaman mengakui, pertumbuhan kredit saat ini mulai mengkhawatirkan karena berlangsung sangat pesat hingga melampaui target yang tertuang dalam rencana bisnis bank (RBB) kepada BI. Namun, di September perbankan mulai merespon himbauan BI untuk menurunkan target pertumbuhan kreditnya.

"Pertumbuhan kredit hingga 36 persen menurut saya sudah terlalu tinggi. Namun, mulai saat ini bank sudah menurunkan pertumbuhannya. Hingga minggu ketiga September secara bulanan kredit tumbuh hanya 1,98 persen Angka ini lebih rendah dibanding pencapaian Agustus yang masih dua," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui beberapa waktu lalu, BI telah mengumpulkan para bankir. Pertemuan ini untuk menegaskan keinginan BI untuk menekan pertumbuhan kredit. Sebabnya, laju pertumbuhan kredit yang tinggi tidak ditunjang ketersediaan likuiditas. Apalagi, di tengah krisis yang dihadapi perekonomian global dan terjadinya pengeringan likuiditas. (Tomi Sujatmiko/Sindo/ade)

o1 o2

Berita Lain

o3 o4