JAKARTA - Performa indeks harga saham gabungan (IHSG) saat ini tengah terpuruk. IHSG terjepit sentimen negatif internal dan eksternal. Akibatnya, indeks terhempas hingga lebih dari 10 persen. Kondisi ini menambah daftar penurunan terbesar selama 2008.
Tingginya laju inflasi September sebesar 0,97 persen atau lebih tinggi dibanding inflasi Agustus yang hanya 0,51 persen direspons negatif oleh pelaku pasar.
Menurut Deputi bidang Statistik Distribusi dan Inflasi Alwi Rosidi, BPS mencatat inflasi secara year on year (YoY) sebesar 12,14 persen. Sementara untuk inflasi tahun kalender mencapai 10,47 persen.
Sementara menurut Head of Research Bhakti Securities Maulana Hutabarat hal ini merupakan reaksi atas kondisi ekonomi global yang semakin tidak menentu. Kondisi ini merupakan imbas implementasi dari bola panas bailout USD700 miliar yang justru diragukan pasar. Karena, jika program pencahar krisis likuiditas ini gagal, dampaknya justru lebih parah.
"Kebijakan dari sisi internal, rencana penurunan pertumbuhan ekonomi membuat pasar melakukan aksi penjualan besar-besaran," ujarnnya, kepada okezone, di Jakarta, Senin (6/10/20008).
Labilnya pasar saham global dunia ini membuat para analis kewalahan. "Saat ini kita tidak bisa memprediksi tren penurunan saham," ujar Head of Research Recapital Securities Poltak Hotradero.
Begitu juga dengan Bursa Asia juga terpantau di jalur merah. Nikkei turun 465,05 poin atau 4,25 persen ke posisi 10.473,09, Hang Seng turun 878,64 atau 4,97 persen ke posisi 16,803,76.
IHSG pada penutupan perdagangan sore ini ditutup melemah 183,77 poin atau 10,03 persen ke posisi 1.648,74. Sekira 30 menit sebelum penutupan perdagangan IHSG sempat tercatat melemah hingga 11,42 persen.
Indeks LQ45 turun 42,17 poin ke posisi 326,97 dan Jakarta Islamic Indeks (JII ) turun 37,06 poin ke posisi 249,33. Volume perdagangan tercatat sebanyak 3,246 miliar lembar saham, senilai Rp3,693 triliun. Saham yang berhasil menguat hanya 10 jenis saham, sedangkan 209 jenis saham tersapu bersih, dan 9 jenis saham stagnan.
Saham-saham yang ditutup melemah atau top loser, antara lain PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun Rp4.700 ke posisi Rp17.300, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun Rp2.950 ke posisi Rp10.000, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) turun Rp2.150 ke posisi Rp7.200, PT United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp2050 ke posisi Rp7.400, dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turun Rp1.025 ke posisi Rp2.175.
Sementara saham-saham yang ditutup menguat atau top gainer, antara lain PT Bank Tabungan Pensiunan Tbk (BTPN) naik Rp250 ke posisi Rp2.250, PT Bank International Indonesia Tbk (BNII) naik Rp125 ke posisi Rp435, PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) naik Rp50 ke posisi Rp6.050, dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) Rp50 ke posisi Rp840.
(rhs)