Finance


Pasar Modal Akan Diguyur Dana Segar Rp9 Triliun

Senin, 6 Oktober 2008 - 17:06 wib
text TEXT SIZE :  

JAKARTA - Pasar modal domestik akan diguyur dana segar sebesar Rp9 triliun dalam sebulan ke depan ini. Dana tersebut berasal dari pelaksanaan penawaran tender (tender offer) oleh Malayan Banking Berhad (Maybank) yang telah mengakuisisi 55,85 persen saham Sorak Financial Holdings di Bank Internasional Indonesia Tbk (BII).

Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Fuad Rahmany memastikan dana tersebut akan masuk ke kas dalam negeri karena pihak BII meminta pembayaran dilakukan dalam mata uang rupiah. "Kalau dalam bentuk rupiah, asumsinya dia akan belanjakan uangnya di sini," kata dia di gedung Departemen Keuangan, Jakarta, Senin (6/10/2008).

Fuad meyakinkan, aliran dana segar ini cukup membantu kondisi likuiditas nasional yang sedang kekeringan. Seperti diketahui, Maybank akhir September kemarin menyelesaikan transaksi pembelian 55,85 persen saham Sorak Financial Holdings di BII. Bank terbesar di Malaysia tersebut menutup transaksi di harga USD1,2 miliar (sekitar Rp11,28 triliun dengan kurs Rp9.400), setelah mendapat diskon sebesar 759 juta ringgit dari Temasek Holdings dan Kookmin Bank.

Temasek adalah induk usaha Fullerton Financial Holdings Pte Ltd yang memiliki 75 persen saham Sorak. Adapun Kookmin Bank, bank terbesar di Korea Selatan adalah pemilik 25 persen saham Sorak.

Maybank selanjutnya wajib membeli sisa saham publik BII dengan harga Rp510/lembar. Fuad mengungkapkan, sampai hari ini Maybank belum menyampaikan pernyataan tender offer kepada Bapepam-LK. "Tetapi minggu ini harus masuk, kalau tidak besok ya lusa," tuturnya. (Meutia Rahmi /Sindo/mbs)

o1 o2

Berita Lain

o3 o4