Finance


Investor Korsel Siap Investasi Rambut Palsu

Selasa, 7 Oktober 2008 - 07:30 wib
text TEXT SIZE :  

JAKARTA - Dua investor asing asal Korea Selatan (Korsel) berencana membangun pabrik rambut palsu di Indonesia.

Total investasi yang disiapkan kedua perusahaan tersebut mencapai USD29,6 juta dan telah mengantongi izin prinsip dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Direktur Industri Aneka Departemen Perindustrian (Depperin) Budi Irmawan menyatakan besarnya permintaan rambut palsu dari kawasan Amerika dan Eropa membuat sejumlah investor asing, pemain industri rambut palsu, tertarik masuk ke Indonesia.

Selain itu,ada perusahaan yang berencana menambah kapasitas pabriknya. "Kedua pabrik itu berasal dari Negeri Ginseng. Pabrik yang baru akan dibangun PT Misung Indonesia, sementara yang menambah kapasitas PT Dongan Indonesia,"papar Budi di Jakarta kemarin.

Budi menjelaskan, PT Misung sudah akan membangun pabriknya di Kawasan Berikat Nusantara, di Cakung.  Untuk merealisasikan investasinya tersebut, lanjut Budi, perseroan telah menyiapkan dana sebesar USD24,6 juta.

"Pabrik ini nantinya akan mampu memproduksi 10 juta pasang rambut palsu dalam setahun. Produk mereka sebagian besar akan diekspor ke negara di Amerika dan Eropa," ujar Budi. Sementara PT Dongan, lanjut Budi, sudah mulai mengoperasikan pabriknya di Cibatu, Cikarang Selatan, yang mulai didirikan sejak 2007 lalu.

Untuk meningkatkan kapasitas, kata Budi, perseroan menyuntikkan dana sebesar USD5 juta. "Dengan penambahan ini, kapasitas mereka akan meningkat 240.000 pasang rambut palsu sehingga mencapai kapasitas terpasang 500.000 pasang per tahun," ungkap Budi.

Sekretaris Umum BKPM Yus'an mengatakan,memang benar ada dua perusahaan yang akan menanamkan investasinya di industri rambut palsu.Kedua perusahaan itu sudah memperoleh lampu hijau dari BKPM dan mengantongi izin prinsip untuk mendirikan pabrik dan perluasan usaha di dalam negeri.

"Memang benar ada dua perusahaan asal Korea, mudah- mudahan ini bisa menstimulasi investor asing lain untuk datang ke Indonesia karena Indonesia memang sedang menggenjothadirnya investasi baru," ujar Yus'an kemarin.

Berdasarkan data Depperin, Budi menerangkan bahwa hingga kini nilai ekspor rambut palsu dari Indonesia ke Amerika dan Eropa tercatat sebesar USD500.000. Jumlah ini mengalami peningkatan sebesar 66% dari nilai ekspor tahun lalu sebesar USD300.000. "Untuk itu,kita akan lebih serius menggarap sektor yang kurang tersentuh sehingga menjadikan pemasukan devisa yang positif bagi Indonesia," tukas Budi.  (Agung Kurniawan/Sindo/rhs)

o1 o2

Berita Lain

o3 o4