Finance


Emiten BUMN Belum Siap Lakukan Buy Back

Rabu, 8 Oktober 2008 - 15:58 wib
text TEXT SIZE :  
foto: ist

JAKARTA - Sejumlah perusahaan publik milik negara mengaku belum siap melakukan pembelian kembali (buy back) saham yang beredar di pasar terkait penyelamatan indeks harga saham gabungan (IHSG). Kalaupun para BUMN pelat merah ini siap, realisasinya paling cepat baru dua bulan mendatang.

Sekretaris Perusahaan Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Heri Yusup mengungkapkan, pihaknya sudah mempelajari imbauan Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil tersebut, namun keputusannya masih menunggu arahan manajemen. "Tetapi memang arahnya kesana (melakukan buy back)," kata dia, saat dihubungi di Jakarta, Rabu (8/10/2008).

Saat ini, lanjut Heri, manajemen belum mengeluarkan angka pasti soal jumlah saham yang akan ditarik kembali. Namun berapapun itu, dia mengaku, likuiditas perseroan saat ini sangat memungkinkan untuk melakukan buy back. Dia memperkirakan persiapan buy back ini paling tidak membutuhkan waktu dua bulan.

Hal senada juga dilontarkan Sekretaris Perusahaan PT Timah Tbk (TINS) Abrun Abubakar. Dia mengatakan, perseroan tengah melakukan kajian di tingkat internal, terutama terkait peninjauan kesiapan dana. Dalam hal ini, pihaknya membuka opsi mencari pinjaman dari luar agar tidak mengganggu aliran kas perusahaan. "Tetapi belum diputuskan sumber dananya," tutur dia.

Abrun merasa tepat jika perseroan dapat melancarkan aksi buy back dalam tempo saat ini, sebab valuasi saham sedang murah akibat tekanan jual berkelanjutan di lantai bursa. Namun, tetap tidak bisa terealisasi sekejap karena perseroan harus menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk meminta persetujuan. "Prosedur pengajuan izin ini yang biasanya lama," kata dia.

Sementara PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) malah tidak berniat melakukan buy back. "Belum ada pembicaraan ke arah itu," kata Sekretaris Perusahaan PTBA Eko Budhiwijayanto.

Dia mengatakan, penurunan harga saham yang terjadi bukan individual sehingga aksi buy back belum diperlukan. "Kalau PTBA jatuh sendirian baru beraksi," imbuh Eko.

Penolakan aksi buy back ini, juga bukan karena persoalan dana karena kondisi likuiditas perseroan saat ini, diakuinya, cukup likuid. Seperti diketahui, Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil mengimbau agar emiten-emiten pelat merah melakukan buy back seiring tren penurunan IHSG.

Dia mengatakan, akan memanggil seluruh emiten tersebut untuk mendengarkan kemampuan finansial mereka bila harus melakukan buy back. (Meutia Rahmi /Sindo/ade)

o1 o2

Berita Lain

o3 o4