Sektor Riil


GIMNI: BBN Andalan di Tengah Krisis Global

Kamis, 9 Oktober 2008 - 16:16 wib
text TEXT SIZE :  
Widi Agustian - Okezone
foto: ist

JAKARTA - Mandatori Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro tentang pemakaian bahan bakar nabati (BBN) merupakan langkah tepat di tengah krisis global yang terjadi saat ini.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Asosiasi Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga, seusai temu Asosisasi Makanan dan Minuman dalam Menghadapi Krisis Perekonomian Global, di kantor Depperin, Jalan Jenderal Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (9/10/2008).

Menurutnya, produksi minyak nabati akan menumpuk, karena pangsa ekspornya akan menurun akibat krisis. "Adanya mandatori ini sangat membantu konsumsi yang akan mengalami penurunan akibat krisis ekonomi," ujarnya.

Dia menjelaskan, pada Oktober ini pun konsumsi untuk ekspor akan menurun. Awalnya, ekspor rasa-rata hingga Desember 2008 diprediksi mencapai 13 juta ton.

"Tetapi, dengan kondisi ekonomi yang sekarang ini, hanya naik sedikit di atas rekor tahun 2007 yang hanya 11,7 juta ton. Paling hanya 12 juta ton sampai akhir tahun ini," ungkapnya.

Dengan demikian, produksi dari September-Desember 2008 akan dialihkan ke bio diesel sehingga tanki-tanki Indonesia tidak akan kelebihan stok. "Para petani akan tertolong, karena tanam buah segar (TBS) sawitnya akan dibeli," tutupnya. (css) (ade)

o1 o2

Berita Lain

o3 o4