JAKARTA - Krisis finansial di Amerika Serikat (AS) tidak akan memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja ekspor. Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan, target ekspor tetap 12,5 persen.
"Kami tetap optimistis ekspor tidak akan terganggu meskipun saat ini terjadi resesi ekonomi di AS," katanya usai acara halal bihalal di Departemen Perdagangan (Depdag), Jakarta, Kamis (9/10/2008).
Mari menyatakan, awal 2008 pihaknya pernah menargetkan ekspor sebesar 14,5 persen namun seiring kenaikan harga minyak di pasaran dunia target tersebut direvisi menjadi 12,5 pesren.
Dia mengatakan target tu termasuk target minimum yang ditetapkan pemerintah. "Asumsi pertumbuhan ekonomi yang digunakan adalah enam persen sehingga target ekspor 12,5 persen itu tidak terlalu sulit untuk dicapai," tegasnya.
Dia menyatakan, sejumlah komoditas seperti kakao dan kopi masih menjadi andalah dalam menopang pertumbuhan ekspor. Apalagi, komoditas tersebut tetap dibutuhkan oleh negara konsumen seperti AS dan Uni Eropa (UE). "Komoditas pertanian memang tetap menjadi andalan dalam menopang pertumbuhan ekspor," katanya.
Menurutnya, Depdag akan melakukan sejumlah langkah antisipasi untuk mendukung tercapainya target ekspor tersebut. Dia memaparkan ada dua kebijakan yang akan diambil antara lain peningkatan daya saing dan pengamanan pasar domestik.
"Depdag juga akan mengintensifkan pengawasan barang impor dan mengurangi ekonomi biaya tinggi yang masih terjadi," tandasnya.
(Eko Budiono /Sindo/rhs)