Fiskal & Moneter


DPR Akui Laporan Keuangan RI Tak Menggembirakan

Kamis, 9 Oktober 2008 - 15:36 wib
text TEXT SIZE :  
Sutarmi - Okezone
Ketua DPR Agung Laksono. Foto: Ist

JAKARTA - Laporan keuangan moneter Indonesia akhir-akhir ini memang cukup memprihatinkan. Meski demikian, pelaku pasar diminta untuk tidak panik merespons laporan tersebut.

"Meski tidak menggembirakan, kita jangan panik. Karena semuanya telah dilakukan langkah-langkah untuk menghadapinya, dan diperlukan kerja sama dari semua pihak," ujar Ketua DPR Agung Laksono, usai mengadakan pertemuan selama 30 menit dengan Deputi Senior Bank Indonesia (BI) Miranda Goeltom, di ruang pimpinan DPR, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (9/10/2008).

Agung menambahkan, nantinya memang akan ada kebijakan-kebijakan yang sifatnya untuk mengatasi situasi tersebut.

Selain itu, Agung mengungkapkan, Miranda Goeltom melaporkan tentang kesulitan keuangan yang dihadapi anak perusahaan BI di Belanda yakni Indover yang mengalami kesulitan keuangan akibat tidak boleh money market line.

"Indover kesulitan mendapatkan sumber dana, sehingga tidak bisa membayar jatuh temponya. Hari ini akan dibawa ke pengadilan di Belanda, tapi belum diputuskan apakah dinyatakan pailit atau bisa direscheduling," jelasnya.

Di samping itu, pertemuan tersebut juga membahas mengenai prospek perekonomian Indonesia dalam tiga bulan mendatang. "Nanti akan disampaikan oleh Ibu Miranda sendiri. Tapi saya minta laporan Ibu Miranda ini ditindaklanjuti oleh Komisi XI," pungkasnya. (ade)