Finance


Otoritas Bursa Usut Penyebar Informasi Menyesatkan

Jum'at, 10 Oktober 2008 - 16:15 wib
text TEXT SIZE :  
foto: ist

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) akan melakukan pengusutan terhadap penyebar informasi yang menyesatkan pasar. Bila memang terbukti bersalah, pihak regulator tidak akan segan-segan mengambil tindakan tegas.

"Disini ada isu yang tidak benar dan ada yang menyebarkan. Bila benar ada salah, akan kita tangkap," ujar Direktur Utama BEI Erry Firmansyah, di Jakarta, Jumat (10/10/2008).

Pihak BEI telah berkordinasi dengan kejaksaan agung serta menteri keuangan untuk menghentikan para pelaku penyebar informasi sesat. Sebab, adanya informasi yang tidak benar tersebut berpengaruh langsung terhadap pasar modal dan juga keuangan. "Kita masih melakukan penyelidikan," jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga tengah berkordinasi dengan Menkeu dan Bapepam-LK, untuk membuat aturan yang jelas dan tegas terkait permasalahan bursa. Sehingga saat bursa dibuka, kondisi simpang siur yang membuat investor panik bisa ditanggulangi. "Itu salah satu alasan kenapa kita masih melakukan penutupan perdagangan," papar Erry.

Sementara itu, Kepala Bapepam-LK Fuad A Rahmany juga menegaskan bahwa pihaknya sudah mendapatkan informasi mengenai siapa penyebar informasi menyesatkan tersebut. "Kami sudah mencium adanya oknum-oknum yang sengaja menyebarkan informasi palsu dengan tujuan menjatuhkan pasar. Saat ini sedang dalam proses penyelidikan," ujarnya.

Rencananya, Jumat sore ini Bapepam akan mengadakan pertemuan dengan pihak-pihak yang dimaksud untuk mengadakan pembicaraan mendalam dengan mereka. Meski demikian, Fuad mengakui bahwa penyebaran informasi yang tidak benar memang tidak selalu dapat dibendung.

"Ini memang terjadi di mana pun. Bahkan di bursa AS pun isu-isu yang menyesatkan banyak beredar. Namun dalam kondisi seperti ini, seharusnya itu tidak dilakukan karena berdampak pada kepentingan semua investor. Jangan mereka mengambil keuntungan, sementara investor-investor lainnya menjadi korban," jelas Fuad.

Sayangnya, dia enggan membeberkan siapa saja pelaku yang diindikasikan sebagai penyebar informasi-informasi tersebut. Begitu juga dengan informasi yang diindikasikan memberi kontribusi besar terhadap kejatuhan IHSG beberapa hari lalu. "Ada beberapa broker, institusi, dan lainnya yang sudah terindikasi. Belum bisa diumumkan sekarang. Nanti sore jam 4 rencananya kami akan bertemu dengan mereka untuk mengklarifikasi beberapa hal," ujar Fuad.

Selain faktor eksternal, jatuhnya bursa regional serta penurunan tajam pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga disebabkan oleh faktor internal, terkait berbagai rumor yang membuat investor menarik dananya secara besar-besaran.

Beberapa informasi yang menyesatkan itu, menurut Erry, antara lain ada 30-40 broker yang mengalami kebangkrutan, lalu informasi yang belum jelas pada emiten-emiten di kelompok Bakrie, yaitu gagal bayar hingga penjualan saham BUMI digadaikan. (Juni Triyanto /Sindo/ade)

o1 o2

Berita Lain

o3 o4