JAKARTA - The Hongkong and Shanghai Banking Corporation (HSBC) menyatakan tidak berencana menggunakan dana rekapitalisasi dari pemerintah Inggris dan tetap mengandalkan kapitalnya sendiri.
SVP Marketing Communications & Public Affairs HSBC Indonesia Agung Laksamana mengatakan, pihaknya akan memastikan bahwa anak perusahaannya yang berbasis di Inggris, HSBC Bank Plc, akan tetap terkapitalisasi dengan baik dengan dana yang disediakan oleh sumber internal Grup HSBC.
"Untuk itu, saat ini HSBC tidak memiliki rencana untuk menggunakan inisiatif rekapitalisasi yang disediakan oleh pemerintah Inggris," jelasnya, di Jakarta, Jumat (10/10/2008).
Meski tidak berencana menggunakan dana rekap, lanjut Agung, HSBC tetap menyambut baik rencana pemerintah Inggris untuk menyediakan likuiditas dan menyuntikkan modal ke dalam sistem perbankan inggris. Hal ini merupakan langkah yang penting dan perlu dilakukan guna memulihkan kepercayaan di sektor perbankan.
Agung menjelaskan, Grup HSBC mendukung usaha-usaha yang dilakukan untuk menstabilkan operasional pasar finansial dan menyediakan likuiditas untuk pasar interbank London Sterling dalam jumlah yang signifikan, berupa pinjaman sebesar 2 miliar poundsterling yang tersedia dalam bentuk uang enam dan tiga bulanan untuk bank-bank lainnya.
"HSBC berharap untuk kembali aktif berperan dalam pasar interbank London hari ini. HSBC percaya bahwa perannya ini dapat berkontribusi untuk melonggarkan ketegangan pasar uang di Inggris, di mana ketersediaan pinjaman interbank periode tiga dan enam bulanan sangat ketat selama beberapa minggu terakhir," tandasnya.
HSBC beroperasi di 85 negara dan teritori di seluruh dunia, termasuk di Inggris yang menyumbang sekitar seperempat dari profit global HSBC pada tahun 2007. Dengan kapitalisasi pasar sebesar USD190 juta (per 7 Oktober 2008), Grup HSBC merupakan salah satu organisasi layanan finansial terbesar di dunia.
(Tomi Sujatmiko/Sindo/rhs)