Seorang pria mengamati papan perdagangan di bursa Jepang (AP)
TOKYO - Krisis ekonomi global mulai membuat bangkrut perusahaan di Jepang. Perusahaan asuransi Yamato Life Insurance saat ini tengah mengajukan proteksi kebangkrutan.
Demikian seperti dilaporkan AFP, mengutip Jiji Press, Jumat (10/10/2008). Perusahaan berbasis di Tokyo itu akan mengambil langkah hukum yang diperlukan, berdasarkan undang-undang perasuransian dan akan meminta rehabilitasi.
Utang perusahaan asuransi berusia 98 tahun ini berjumlah 269,5 miliar yen (USD2,73 miliar dolar. Penurunan nilai saham perusahaan membuat semakin dalamnya kerugian Yamato. Sejauh ini sambungan telepon ke Yamato tidak dijawab.
"Kenyataan bahwa perusahaan asuransi mulai berjuang dengan investasi mereka merupakan sebuah pertanda dana pensiun akan mulai terkena imbasnya," kata Tetsuo Inoue, analis pada Proud Asset Management Japan Co di Tokyo, seperti dikutip dari Bloomberg.
"Ini adalah situasi yang buruk," imbuhnya.
Kebangkrutan pada perusahaan asuransi Jepang terakhir kali terjadi pada 2001, ketika Tokyo Mutual Life Insurance mengajukan perlindungan dari kreditur dari utang sebesar 980 miliar yen. Sebelumnya lagi, Kyoei Life Insurance Co mengajukan perlindungan pada 2000, dengan utang mencapai 4,5 triliun yen.
(jri)