Kisah Sukses


Pria 35 Tahun di Balik Talangan USD700 M

Jum'at, 10 Oktober 2008 - 08:28 wib
text TEXT SIZE :  

SELAMA berbulan-bulan Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Henry M Paulson Jr bolak-balik ke Capitol Hill untuk menjelaskan krisis keuangan yang melanda dunia. Pada saat-saat genting itu dia selalu didampingi seorang pria berkepala botak dengan tatapan mata sangat tajam.

Banyak orang menduga pria itu adalah seorang agen badan rahasia. Kini banyak politisi dan tokoh finansial dunia terbelalak matanya ketika pekan ini mereka tahu bahwa pria itu, Neel T Kashkari, 35, adalah mantan bankir pada bank investasi, Goldman Sachs.

Kashkari ditunjuk langsung oleh Paulson sebagai Wakil Menkeu AS untuk Stabilitas Keuangan. Tugasnya mengawasi dana talangan USD700 miliar.

"Saya sadar, (saya) tampak sangat muda untuk memegang tanggung jawab sebesar itu demi menstabilkan kondisi keuangan dunia,tapi Paulson akan mengawasi setiap langkah yang saya ambil," ujar Kashkari yang baru memiliki enam tahun pengalaman di bidang keuangan dan pemerintahan itu.

Proyek stabilitas keuangan yang menjadi tanggung jawabnya merupakan prioritas tertinggi Paulson. "Dia (Paulson) berwenang penuh atas proses stabilitas keuangan ini. Tim kami hanya melaksanakan strateginya," paparnya.

Meski demikian, tetap saja banyak orang mempertanyakan kemampuan pria generasi pertama India-Amerika itu dalam menjalankan peran. Salah satunya Samuel L Hayes, profesor bidang keuangan di Harvard Business School.

"Kashkari akan menghadapi tekanan yang luar biasa," ujar Hayes. Menurut Hayes, jika Departemen Keuangan (Depkeu) AS mengucurkan dana terlalu sedikit bagi kreditkredit bermasalah, itu tidak akan membantu menyeimbangkan neraca perbankan.

Tapi jika mereka mengucurkan terlalu banyak, itu akan membuat anggota Kongres AS curiga dan yakin bahwa dana talangan itu hanya menguntungkan orang kaya. "Sangat mengejutkan bagi saya bahwa seorang pria yang hanya memiliki enam tahun pengalaman dari sekolah bisnis diberi tugas seberat ini.

Masalah krisis ini menjadi satu tantangan besar bagi seseorang dengan 30 tahun pengalaman," papar Hayes. Kashkari, yang menghabiskan masa kecilnya di Akron, Ohio, sudah menyadari berbagai tekanan itu sejak awal.

Publik saat ini mempertanyakan kemungkinan terjadinya konflik kepentingan terkait rencana Depkeu AS menggunakan jasa sejumlah perusahaan keuangan untuk menangani berbagai transaksi besar terkait dana talangan.

Pada Rabu (8/10) silam, misalnya, lebih dari 100 manajer aset mengajukan tawaran ke Kashkari untuk dapat terlibat di dalamnya. Goldman Sachs merupakan salah satu perusahaan yang ikut mengajukan ke Depkeu, meski menawarkan layanan gratis. Terkait masalah ini Kashkari memilih tidak berkomentar.

Kashkari memang telah bekerja sama dengan Paulson sejak keluar dari Goldman Sachs dan bekerja di Depkeu pada hari yang sama Juli 2006. Jauh sebelum itu keduanya sudah menjadi teman dekat. Kedekatan terjalin sejak Paulson menjadi CEO sebuah bank investasi di New York.

Saat itu Kashkari bekerja di sebuah perusahaan di San Francisco. "Pada awal 2006 atasan saya membantu saya mengadakan acara dengan Paulson sebagai pembicara untuk menjelaskan tentang pengalamannya bekerja di pemerintahan Presiden AS Nixon," papar Kashkari yang saat itu menyatakan kepada Paulson bahwa dia tertarik bekerja di pemerintahan.

Kashkari, yang merupakan pendukung Partai Republik, mengaku mendapat sokongan Paulson. Hingga beberapa bulan kemudian, saat Presiden AS George W Buh meminta Paulson sebagai menteri, Paulson memanggil Kashkari dan menawarinya pekerjaan. Paulson mempekerjakan pria berhidung mancung itu sebagai asisten khusus.

Tugas Kashkari ialah mengerjakan sejumlah proyeknya bersama sejumlah pegawai junior lain. Paulson kemudian memberi lebih banyak kepercayaan kepada Kashkari untuk menangani masalah para pemilik kredit bermasalah.

Musim panas ini Kashkari dipromosikan dan mendapat persetujuan Senat AS untuk menjadi asisten menteri dalam masalah ekonomi internasional. Kashkari juga fokus bekerja sama dengan perbankan Amerika untuk mengadopsi sistem saham berbasis kredit perumahan yang rendah risiko.

Sistem tersebut saat ini sangat populer di Eropa. Dengan posisinya yang baru, pria beralis tebal itu pindah ke kantor yang lebih luas. Dia sekarang memiliki ruang sendiri dengan sofa dan tempat meletakkan fotofoto favoritnya, terutama foto-foto saat dia berski di sekitar Danau Tahoe.

Saat krisis keuangan global kian memburuk dalam beberapa bulan terakhir, Kashkari bekerja keras bersama Paulson untuk melakukan berbagai kesepakatan talangan dengan Fannie Mae, Freddie Mac, dan American International Group. Kashkari juga bekerja secara rahasia untuk mengonsep paket penyelamatan keuangan senilai USD700 miliar itu.

Proyek itu diberi kode nama"Break the Glass" karena ini merupakan satusatunya langkah darurat terakhir untuk mengupayakan stabilitas keuangan. Pria bermata elang itu mengatakan bahwa saat itu Paulson berkata pada salah satu pembantunya, "Saya ingin Neel (Kashkari) menjalankan ini.

" Kashkari mengaku merasa bangga, namun tidak terkejut karena eratnya hubungan keduanya. Saat mendengar pernyataan Paulson tersebut, Kashkari menjawab singkat,"Oke." Lelaki berdarah campuran itu memiliki orangtua dari keluarga miskin di wilayah Kashmir, India, sebelum akhirnya ayah dari ibunya menjadi seorang teknisi dan seorang dokter yang tinggal di AS.

Kakak perempuan Kashkari, Meera Kashkari Kelley, menjelaskan bahwa pengalaman hidup orangtua mereka ikut membentuk masa kecil mereka. "Mereka menanamkan pada kami bahwa asal kami dari keluarga miskin. Saya pikir itu memberi kami pemahaman tentang peluang yang dimiliki orang-orang di negeri ini," ujar Kelley pada New York Times.

Kelley menuturkan,Kashkari sangat menonjol dalam keluarganya. Saat semua orang cenderung bersikap liberal, Kashkari lebih tertarik dengan pandangan pasar bebas Partai Republik. Saat menjadi pelajar SMA di Western Reserve Academy, Hudson, Ohio, Kashkari sangat pandai dalam pelajaran matematika dan dipilih oleh wali kelas sebagai pemberi pidato saat kelulusan sekolah.

Setelah lulus SMA Kashkari tertarik meniti karier sebagai insinyur dan menyandang gelar master dari University of Illinois di Urbana-Champaign. Di kampus tersebut dia bertemu istrinya, Minal, seorang insinyur mesin yang bekerja dalam proyek-proyek NASA.

Kashkari bekerja selama beberapa tahun sebagai insinyur satelit untuk TRW sebelum menambah gelar baru, MBA, dari Wharton School. Setelah menyandang gelar MBA pada 2002, Kashkari bergabung dengan Goldman Sachs dengan membantu perusahaan-perusahaan pembuat sistem keamanan komputer untuk mendapatkan pendanaan atau menjualnya pada perusahaan lain.

Salah satu yang dibantunya ialah FrontBridge Technologies, sebuah perusahaan pembuat sistem keamanan email. Dia membantu perusahaan itu dalam proses akuisisi oleh Microsoft pada Agustus 2005 senilai beberapa ratus juta dolar. (Syarifudin/Sindo/rhs)