PADANG - Meski nilai tukar rupiah terhadap USD cendrung naik akibat krisis ekonomi di Amerika, namun Wapres Jusuf Kalla yakin kondisi itu tidak akan berpengaruh besar terhadap kondisi ekonomi di negera Indonesia.
"Krisis ekonomi yang melanda negara Amerika Serikat tidak terlalu mempengaruih perekonomian kita," katanya dihadapan 1.300 saudagar minang di Hotel Pangeran Beach, Jalan S Parman, Padang, Sumatra Barat, Sabtu (11/10/2008)
Jusuf Kalla malah mengatakan, dengan kondisi Amerika yang mengalami krisis itu akan menguntungkan Tanah Air. Karena banyak saham-saham asing di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dijual dengan harga murah bagi investor Indonesia. Itu dilakukan terkait untuk menyelamatkan kondisi keuangan mereka di negara luar.
"Seperti Telekom, Indosat dan persahaan batu bara. Mereka akan menjual sahamnya ke pengusaha Indonesia dengan harga yang murah, dan ini berdampak menguntungkan kita sendiri jika itu selesai krisis tentu harga saham akan naik, barulah kita jual, kalau tidak bisa semuanya sedikit-sedikit ngak apa-apa," ujarnya.
Dia juga meminta agar rakyat dan pengusaha tidak terlalu terpengaruh dengan usaha ekonomi luar karena menurutnya ekonomi bangsa Indonesia lebih besar ekonomi donestik jadi tidak ada pengaruhnya apalgi dengan ditutupnya Bursa Efek Indonesia (BEI) beberapa hari. (rus)
(rhs)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad