ekonomi


2009, PTBA Targetkan Pertumbuhan 19%

Jum'at, 21 November 2008 - 19:04 wib
text TEXT SIZE :  
Share
foto: corbis.com

JAKARTA - PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) menargetkan volume penjualan batu bara sebesar 15,5 juta ton pada 2009. Nilai tersebut meningkat 19,2 persen dari perolehan 2008, yang diperkirakan mencapai 13 juta ton pada akhir tahun.

"Hingga akhir tahun 2008, volume penjualan diperkirakan 13 juta ton, atau naik 20 persen dari realisasi 2007. Sedangkan untuk 2009, kami perkirakan bisa mencapai 15,5 juta ton," ujar Corporate Secretary PTBA Eko Budhiwijayanto, di Jakarta, Jumat (21/11/2008).

Sementara hingga sembilan bulan pertama 2008, PTBA membukukan volume penjualan sebanyak 9,35 juta ton, atau naik 17 persen secara year on year (yoy) dibanding periode sama 2007, sebesar delapan juta ton. Volume penjualan pada periode tersebut, lebih banyak berasal dari pasar domestic, sebesar 63 persen, sementara untuk ekspor hanya 37 persen. Meski begitu, realisasi ekspor pada sembilan bulan pertama tersebut meningkat 5,7 persen dibanding periode sama tahun lalu, sebesar 35 persen.

Saat ini, perseroan masih dalam proses pembentukan perusahaan patungan dengan PT Kereta Api (PTKA). Sedangkan pembahasan konsesi masih dilakukan antara Departemen Perhubungan dan PTKA. Investasi pada proyek itu mencapai USD694 juta. Komposisinya 30 persen dari kas, sementara 70 persen melalui pinjaman," jelas Eko.

Untuk proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Mulut Tambang Banjarsari berkapasitas 2x100 megawatt di Tanjung Enim, perseroan masih melakukan proses negosiasi ulang tarif listrik dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Sementara itu, untuk proyek kereta api baru (Tanjung Enim-Pelabuhan Baru Tarahan), perseroan telah menyelesaikan pembentukan perusahaan patungan. Saat ini, Bukit Asam masih menunggu izin dari Departemen Perhubungan.

Hingga kuartal III-2008, perseroan mengalami pertumbuhan 65 persen yoy, menjadi Rp4,97 triliun dari Rp3,01 periode sama tahun lalu. Sementara untuk laba bersih melonjak 151 persen, menjadi Rp1,32 triliun, dari Rp527,3 miliar periode sama 2007. Sedangkan gross profit margin tumbuh sebesar 49,6 persen, operating profit margin tumbuh 35,65 persen dan net profit margin 26,6 persen.

Harga jual rata-rata batu bara selama periode itu mencapai USD67 per ton untuk pasar ekspor dan Rp477 ribu per ton untuk pasar domestik. Hingga akhir tahun ini, PTBA memproyeksikan pendapatan sebesar Rp7 triliun atau meningkat sekira 69,9 persen dibanding 2007 senilai Rp4,12 triliun.

Analis Bhakti Securities Budi Ruseno melihat pergerakan harga saham PTBA, sangat dipengaruhi sentimen kenaikan harga minyak. Kondisi tersebut, menurut Budi berimbas pada harga komoditas batu bara. Budi memberi rekomendasi hold, untuk saham ini. "Harga saham PTBA saat ini tergolong murah sehingga potensi kenaikan sangat besar," ujar Budi.

Pada penutupan Jumat (21/11), PTBA ditutup pada harga Rp5.400, menguat 150 poin (2,86 persen) dari penutupan hari berikutnya. (Juni Triyanto /Sindo/ade)

Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad 
Share