foto: corbis.com
JAKARTA - Pemerintah diminta segera memberlakukan penerapan jaminan secara penuh (blanket guarantee) di sektor perbankan untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah. Cara ini dinilai sebagai solusi terakhir untuk meredam pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD), setelah upaya lain seperti intervensi bank sentral dan kebijakan pembatasan pembelian valuta asing belum efektif menenangkan mata uang lokal.
Senior Economist Indonesia Economic Intelligence Djoko Retnadi khawatir rupiah akan menembus Rp15.000 per USD bila pemerintah tidak segera merespons sentimen negatif yang berkembang di pasar.
Langkah Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) mengambil alih Bank Century hari ini menambah sentimen negatif di tengah kekhawatiran meluasnya dampak krisis keuangan global.
Masyarakat awam yang tidak paham maksud kebijakan tersebut, akan berpikir situasi finansial domestik sudah semakin gawat. "Akhirnya orang kita semakin tidak percaya pada rupiah," kata dia, saat dihubungi di Jakarta, Jumat (21/11/2008).
Mereka, lanjutnya, memilih menyimpan dolar karena merasa yakin depresiasi rupiah belum menemukan titik terendahnya. "Rupiah diyakini akan terus turun," imbuh Djoko.
Dalam hal ini, pemerintah perlu memberikan kepastian batas akhir pelemahan rupiah dengan menerapkan blanket guarantee. Kebijakan ini, menurutnya, akan membantu mengerem laju kenaikan suku bunga perbankan juga menggairahkan kembali pergerakan pasar uang antarbank.
Di samping memancing rasa percaya diri masyarakat untuk tidak melarikan dananya ke luar negeri. Mereka pun, lanjut Djoko, akan terdorong untuk menabungkan uangnya dalam bentuk rupiah. "Sekarang ini sulit sekali mengajak masyarakat menabung dalam mata uang rupiah," imbuhnya.
Pemberian jaminan atas dana nasabah di bank sudah dilaksanakan oleh Bank Indonesia (BI) dengan batasan Rp2 miliar. Angka ini naik dari posisi sebelumnya sebesar Rp100 juta sebagai antisipasi dampak dari krisis finansial global.
Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), kurs tengah rupiah terhadap USD berada di level 12.300. Sepekan ini rupiah terus turun karena meningkatnya kebutuhan likuiditas dalam dolar dan melemahnya kepercayaan terhadap mata uang domestik.
(Meutia Rahmi /Sindo/ade)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad