foto: corbis.com
JAKARTA - Minimnya sentimen positif serta perekonomian dunia yang terancam resesi berkepanjangan memicu tekanan jual para investor terhadap saham-saham unggulan termasuk Grup Bakrie, yang berimbas terhadap anjloknya indeks saham. Imbas resesi tersebut dimungkinkan masih berlangsung hingga tahun 2009.
Menurut analis Lautandhana Securindo Sanny Gunawan, saat dihubungi okezone, mengatakan, indeks masih melemah akibat ancaman krisis global yang meningkat, sementara sentimen positif masih sangat minim di pasar. Diprediksi, ujarnya, imbasnya akan terus berlangsung hingga tahun depan.
"Investor masih khawatir tentang kondisi pasar, hal ini memicu tingginya tekanan jual, terutama saham-saham unggulan seperti grup Bakrie dan Astra," katanya, di Jakarta, Jumat (21/11/2008).
Sebagai contoh konkrit, tambahnya, ancaman krisis global juga terlihat dari prediksi bank sentral AS, Federal Reserve yang memangkas prediksi pertumbuhan sebanyak 0,2 persen pada 2009.
Sedangkan, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup merosot hingga 444,99 poin atau anjlok 5,56 persen ke level 7.552,29. Sementara indeks Standard & Poor's 500 sudah menyentuh level terendahnya sejak 1997.
"Investor khawatir akan krisis lembaga keuangan dan prediksi kolapsnya industri mobil jika pemerintah AS tidak memberikan bailout. Indikator perekonomian AS juga terus menunjukkan penurunan," ungkapnya.
(ade)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad