ekonomi


Kredit Usaha Kecil BNI di Ternate Tumbuh 68%

Senin, 24 November 2008 - 17:57 wib
text TEXT SIZE :  
Share
Gatot Suwondo (foto: sindo)

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk hingga Oktober 2008 sudah menyalurkan kredit usaha kecil di Provinsi Maluku Utara sebesar Rp159,3 miliar atau meningkat 68 persen dibandingkan awal tahun 2008 sebesar Rp95,01 miliar.

Jumlah tersebut kembali meningkat sejalan dengan ditandatangani perjanjian kredit sebesar Rp6,22 miliar kepada 12 usaha kecil. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama BNI Gatot M Soewondo yang disaksikan oleh Gubernur Maluku Utara Thaib Armaiyn bagi pengusaha kerajinan, bengkel hingga perdagangan umum.

"BNI tetap berkomitmen mendukung pengembangan dan pemberdayaan usaha kecil di seluruh Indonesia melalui kredit usaha kecil. Kredit tersebut disalurkan sesuai dengan kebutuhan para pengusaha," jelas Gatot.

Gatot menuturkan, saat ini BNI memiliki beberapa produk kredit usaha kecil sesuai dengan karakteristik usaha kecil, yaitu kredit BNI Kredit Usaha Rakyat (KUR), kredit BNI Wirausaha, kredit BNI Usaha Berkembang, dan kredit BNI Usaha Maju.

"Produk pembiayaan untuk usaha kecil ini telah didesain diperuntukkan bagi usaha kecil dengan proses aplikasi yang lebih mudah dan cepat, persyaratan lebih ringan, dan suku bunga yang lebih terjangkau," paparnya.

Kemudahan aplikasi ini, lanjut Gatot berupa persyaratan umur usaha yang hanya satu tahun untuk bisa dibiayai dan izin usaha yang cukup dari kantor kecamatan setempat.

Selain itu, dalam penyaluran kredit usaha kecil ini, BNI telah mengimplementasikan teknologi terbaru yang memungkin proses persetujuan kredit dilakukan secara online dan terintegrasi berupa e-Lo (Electronic Loan Origination System).

Dengan teknologi baru ini, proses aplikasi kredit usaha kecil menjadi lebih cepat dan mudah. Bahkan dalam penyaluran kredit usaha kecil dan menengah, BNI telah didukung dengan jaringan yang tersebar di seluruh pelosok, yaitu 51 sentra kredit kecil (SKC), 112 unit kredit kecil (UKC), 20 sentra kredit menengah (SKM), 63 kantor cabang stand alone, 54 cabang syariah dan didukung 752 kantor layanan.

Menurut Gatot, selain dengan penyaluran kredit usaha kecil, BNI juga membantu pengembangan usaha kecil dalam bentuk berbagai bimbingan dan pembinaan, melalui pelatihan mental kewirausahaan, pelatihan keuangan perusahaan dan bentuk pembinaan lainnya. Untuk membantu para usaha kecil mengakses pasar, BNI juga memberikan kesempatan para usaha kecil mitra binaan untuk mengikuti ajang pameran, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

"BNI memiliki kantor di 5 kota besar dunia, yaitu Singapura, Hong Kong, Tokyo, London, dan New York, yang dapat dimanfaatkan oleh para mitra binaan untuk memasarkan produk-produknya, misalnya dengan penempatan brosur atau promosi lainnya," imbuhnya.

Gatot menambahkan, penyaluran kredit usaha kecil ini merupakan bagian strategi BNI untuk terus menjaga portofolio kredit. Per September 2008 komposisi kredit usaha kecil dan menengah, termasuk pembiayaan syariah dan konsumer, mencapai 69 persen dari total kredit BNI, sementara kredit ke korporasi sebesar 31 persen. Sedangkan hingga akhir Oktober 2008, total kredit usaha kecil yang telah disalurkan BNI mencapai Rp 23,11 triliun. (Tomi Sujatmiko/Sindo/rhs)

Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad 
Share