foto: corbis.com
JAKARTA - Di tengah gejolak finansial global, Indonesia ternyata masih dilirik oleh investor.
Hal ini terbukti dari pertemuan antara 100 lebih pengusaha China, dari Provinsi Shaanxi, dengan pengusaha dari negara Asean, termasuk Indonesia.
Forum kerjasama Shaanxi-Asean Economic and Trade tersebut merupakan salah satu bentuk implementasi dari komitmen 11 negara dalam China Asean Free Trade Area (CAFTA) pada tahun 2003-2004 silam.
"Indonesia pasar potensial meski saat ini krisis dan tidak berpengaruh. Tapi masih butuh bantuan perusahaan lokal," kata Presiden China Council for The Promotion of International Trade Shaanxi Sub-council Liu Ajin, di Hotel Shangrila, Jakarta, Kamis (27/11/2008).
Di tempat sama, Wasekjen Asosiasi Pengusaha Indonesia Tionghoa Richard Tan mengatakan, Indonesia memiliki potensi sangat besar dalam mendukung kerja sama ini, antara lain sumber daya alam, wilayah, dan jumlah penduduk.
Dengan adanya kerja sama ini akan semakin terbuka peluang pasar Indonesia ke luar negeri. "Dengan potensi alam dan sumber daya yang ada, kerja sama dagang akan fokus di agrobisnis dan mineral," tambahnya.
Kerja sama ini didukung oleh Kadin dan sudah ada pembicaraan dengan Menperin Fahmi Idris mengenai peluang kerjasama di batu bara, pengeboran minyak, dan sektor yang menggunakan teknologi tinggi.
(ade)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad