o1 o2

Economy - ekonomi


Pemerintah Tak Sembarangan Beri Jaminan Deposito

Jum'at, 28 November 2008 - 16:42 wib
text TEXT SIZE :  
Wapres Jusuf Kalla. Foto: Sindo

JAKARTA - Pemerintah tidak berani memberikan garansi deposito secara penuh. Pasalnya trauma atas kasus BLBI masih meradang, sehingga pemerintah tidak mau sembarangan untuk memberikan penjaminan khusus.

Jangan dibebankan seluruh risiko itu ke pemerintah, karena masalah yang dulu saja, yakni BLBI belum selesai. Kita masih ada rekap bon sebesar Rp600 triliun yang menjadi beban puluhan tahun," ujar Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Presiden, Jakarta, Jumat (28/11/2008).

Kalla menegaskan, bahwa guarantee deposito tersebut sudah dinaikkan pada bulan lalu sebesar 20 kali dari sebelumnya, yakni, dari Rp100 juta menjadi Rp2 miliar.

Dia mengungkapkan, hal tersebut merupakan risiko dan beban pemerintah, karena itu perlu sharing untuk menjaga risiko, sehingga guarantee tersebut tidak diberikan secara penuh.

"Itu risiko dan bebannya pemerintah, karena itu perlu sharing untuk menjaganya. Perlu dilaksanakan oleh Bank Indonesia dan juga pemilik-pemilik bank. Siapapun pemilik bank yang macam-macam seperti bank Century, harus diproses hukum, ditangkap. Jangan dibebankan seluruh risiko itu ke pemerintah," tandasnya.

Menurutnya, sharing tanggung jawab harus dilakukan, jangan sampai semua risiko yang ada hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata. Ia melanjutkan, karena hal tersebut tidak fair untuk rakyat, pasalnya rakyat yang membayar uang pajak. Untuk itu, Bank Indonesia sebagai pemegang otoritas atas bank-bank pun harus memperlihatkan tanggung jawabnya.

"Kalau pemegang saham pemerintah, ya pemerintah yang tanggung jawab. Kalau pemilik bank asing, bank asing yang tanggung jawab. Kalau bank swasta pemiliknya, bank swasta yang bertanggung jawab. Ada sharing tanggung jawab, jangan dibikin bak itu semuanya jadi tanggung jawab pemerintah. Itu tidak fair untuk rakyat, karena dibayar dengan uang pajak, seperti BLBI yang dibayar dengan pajak. Jadi, kalau perilaku bank-bank itu salah, ya  ditangkap," tutupnya. (wda)(Maya Sofia/Sindo/ade)

 Ada 0 komentar untuk berita ini. Komentar Anda?
Share
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini di http://m.okezone.com
o1 o2
o1 o2

0 komentar

[+lihat komentar]


o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

o3 o4