Seorang petani menebar pupuk (foto: corbis)
JAKARTA - Untuk tahun 2009, jumlah pupuk yang disubsidi akan ditambah menjadi 5,5 juta ton. Jumlah subsidi tersebut lebih banyak 0,7 ton dari jumlah yang telah diputuskan oleh pemerintah, yakni sebesar 4,8 juta ton.
"Subsidinya akan kita tingkatkan menjadi 5,5 juta ton," ujar Sekretaris Dirjen Tanaman Pangan Deptan Untoro Kasih Unggul, seusai Talkshow Radio Trijaya dengan topik Lagi, Pupuk Langka!, di Warung Daun, Jalan Pakubuwono, Jakarta Selatan, Sabtu (29/11/2008).
Dia menjelaskan, sedangkan untuk daya serap maksimal untuk pupuk adalah sebanyak 4,3 juta ton pada tahun ini. Tapi, pemerintah membuat volume untuk subsidi lebih banyak, yakni 4,5 juta ton, dan baru diputuskan untuk ditambah menjadi 4,8 juta ton.
"Maksimal daya serap 4,3 juta ton, tapi dibuat 4,5 juta ton, dan berdasarkan sidang kabinet, nanti akan ditambah lagi 300 ribu ton," jelasnya.
Dia memaparkan, untuk urea yang diproduksi selama tahun ini adalah sebanyak 5,9 juta ton, dengan 4,8 juta ton merupakan pupuk subsidi. Sedangkan produksi posfat adalah sebanyak 1 juta ton, ZA sebanyak 0,65 juta ton, NPK sebanyak 1,3 juta ton serta organik sebanyak 0,45 juta ton.
Untoro menegaskan, sedangkan untuk kapasitas produksi, untuk urea adalah sebesar 8 juta ton, pospat satu juta ton, ZA 0,6 juta ton, NPK 0,5 juta ton dan pupuk organik 4,5 juta ton.
"Stok nasional aman," tutupnya.(rhs)