Foto: Corbis
WASHINGTON - Bank Sentral Amerika Serikat (the Federal Reserve/Fed) diperkirakan akan memangkas suku bunga sebanyak 0,5 persen.
Rencananya pertemuan dewan Fed akan dilakukan bulan ini untuk memutuskan hal tersebut. Potongan suku bunga ini dinilai akan menjadi angka terendah sejak pertengahan 1954.
Pemangkasan ini didasarkan karena jatuhnya aktivitas pabrik pada November yang tercatat terendah sejak resesi 1982 - 1982 dan pengeluaran yang jatuh pada Oktober.
Fed diperkirakan akan melakukan pertemuan pada 15 - 16 Desember. Mereka akan mendiskusikan beberapa hal seperti rencana potongan suku bunga, risiko pertumbuhan yang akan menurunkan harga, dan lainnya.
Gubernur Fed Ben Bernanke mengatakan, Fed juga akan mengembalikan pembelian surat-surat berharga jangka pajang yang dikeluarkan Departemen Keuangan atau perusahaan yang disponsori pemerintah. Selain itu, bank diminta untuk memberikan pinjaman secara langsung ke pasar yang bermasalah.
"Kebijakan ekonomi negara kami harus penuh semangat untuk stabilitas keuangan dan pertumbuhan ekonomi yang kita hadapi," jelasnya.
"Ekonomi AS telah memasuki resesi yang buruk. Untuk melawan ini, kami mengharapkan Fed memangkas suku bunga 0,5 persen pada 16 desember," jelas ekonom UniCredit Markets and Investment Banking di New York Harm Bandholz, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (2/12/2008).
Dia mengatakan, di tengah pergolakan ekonomi dan deflasi yang tinggi, langkah Fed akan tepat membantu masalah ekonomi mereka. Sebelumnya, sempat disebutkan, Fed diperkirakan akan memangkas suku bunga hingga 1 persen selama 15 bulan. (Susi Susanti/Sindo/rhs)