CHICAGO - Amerika Serikat (AS) nampaknya akan terus terpuruk dan diperkirakan baru akan lolos dari jeratan resesi hingga kuartal III-2009 setelah mengalami kelesuan ekonomi selama 18 bulan.
Seperti dilansir dalam Reuters, Senin (29/12/2008), menurut ekonom asal San Francisco Federal Reserve Bank Simon Kwan mengatakan, memburuknya kinerja ekonomi AS ini adalah yang terlama sejak Perang Dunia II.
Kwan, yang merupakan presiden di San Francisco Fed juga mengatakan, dalam newsletter terbitan terbaru bank tersebut, FedViews, kontraksi pada produk domestik bruto (PDB) dan kelesuan yang dialami AS saat ini hampir melebihi resesi yang terjadi pada 1981-82.
"Kelesuan perekonomian saat ini akan menjadi salah satu yang terburuk, dalam hal periodenya, jumlah penganggur dan kontraksi kegiatan ekonomi pasca Perang Dunia II," uungkap Kwan.
Kwan juga memperkirakan PDB AS turun lebih dari empat persen per tahun pada kuartal keempat 2008 dan akan berulang pada kuartal pertama 2009. Sementara tingkat pengangguran dapat meningkat sempat persen, tertinggi sejak resesi 1973-1975.
Tingkat pengangguran sebesar 4,4 persen tercatat tiga kali selama ini, dan terakhir pada Maret 2007. Kwan juga mengatakan laju inflasi akan lebih moderat menyusul terus melemahnya harga energi dan komoditas.
Sedangkan, untuk indeks harga belanja konsumsi (PCE) diperkirakan mendekati 1 perseb hingga akhir 2009, dibandingkan dengan 2,1 persen pada Oktober.
Sebelumnya, sejumlah indikator telah menunjukkan kesuraman ekonomi AS sejak Obama terpilih sebagai presiden AS. Jumlah pengangguran di AS pada bulan November 2008 telah mencapai 533.000 orang atau terburuk dalam kurun lebih dari 30 tahun.
Selain itu, para pedagang ritel telah melaporkan melemahnya penjualan pada masa liburan di AS tahun ini dan sejumlah pasar kredit belum menunjukkan kepulihan sejak kongres menyetujui dana talangan senilai 700 miliar dollar AS sebelum dilangsungkannya pemilu AS. (css)(rhs)