Saham dan Valas


SBY: Hadapi Krisis, Pelaku Usaha Harus Pede

Senin, 5 Januari 2009 - 11:28 wib
text TEXT SIZE :  
Share
Ahmad Nabhani - Okezone
Foto: Abror Rizky/Setneg

JAKARTA - Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta kepada segenap pelaku usaha dan jajaran pemerintah untuk menjaga kepercayaan dan pede alias percaya diri. Dua sikap ini merupakan senjata dalam menjalani tahun ekonomi yang berat.

"Kalau tidak ada keduanya, confident and trust maka akan recovery ekonomi akan panjang," ujar Presiden SBY, dalam sambutannya di depan para pelaku usaha dan direksi Bursa Efek Indonesia (BEI), di Gedung BEI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (5/1/2009).

Menurutnya, dua faktor tersebut sejak awal harus dijaga dan tidak lupa tetap merespons situasi dan berdialog antara pemerintah dan pelaku usaha.

Belajar dari krisis 1998, pengalaman yang didapat adalah tidak adanya fundamental yang mendasar. Sehingga menimbulkan efek psikologis bagi pengusaha, yang kemudian menyelamatkan dirinya masing-masing, akibat tidak adanya kepercayaan pelaku usaha terhadap pemerintah dan rendahnya percaya diri dari pelaku usaha terhadap kondisi ekonomi 10 tahun lalu.

Dia menambahkan, empat bulan sebelum adanya goncangan ekonomi, pemerintah sudah melakukan tindakan antisipasi untuk meminimalisir dampak dan bukan untuk menghilangkan krisis. Di antaranya dengan mengambil langkah-langkah koordinasi dan sinergi, serta memanajemen krisis.

Menyinggung soal hasil survei bursa saham yang tampil sebagai salah satu bursa terburuk di 2008 dia menanggapinya dengan tenang. IHSG kita masuk urutan ketiga terbaik di Asia setelah indeks Shanghai menguat. Namun, "Untuk tahun ini, kita tidak terlalu buruk," ujar SBY.

Lebih lanjut, dia menambahkan, apa yang diramalkan para pelaku ekonomi bahwa pertumbuhan ekonomi kita di tahun 2007 hanya mampu tumbuh 6,3 persen, nyatanya mampu melampauinya mencapai 6,5 persen.

"Tidak semuanya apa yang diramalkan itu benar, sepanjang kita bisa bekerja keras dan all out. Ditahun ini dimungkinkan bisa capai 6,1 persen, kalau para pengamat hanya bisa meramalkan 4-5 persen saja," ungkapnya.

Menurutnya, target pertumbuhan kita lebih baik dibandingkan dengan negara lain. Di Amerika saja, hanya tumbuh sekira 1,2 persen, Jepang hanya 0,1 persen, Inggris hanya tumbuh 0,8 persen. (rhs)

Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad 
Share
o1 o2

Berita Lain

o3 o4