ekonomi


Bangka Belitung Harus Lakukan Diversifikasi Pertanian

Rabu, 7 Januari 2009 - 11:14 wib
text TEXT SIZE :  
Share
Kemas Irawan Nurrachman - Okezone
Rizal Ramli. foto: Fetra Hariandja/okezone

PANGKAL PINANG - Agar tidak tergantung dengan satu komoditi tertentu, masyarakat di Bangka Belitung (Babel) diimbau untuk melakukan diversifikasi usaha pertanian.

"Saat ini, ada sekira 100 ribu hektare lahan bekas tambang timah yang belum sepenuhnya dimanfaatkan. Kalau masyarakat bisa menghasilkan lima ton/ha saja, setahun masyarakat bisa menghasilkan sedikitnya 1,2 juta ton per tahun," ujar bakal calon presiden yang juga mantan Kabulog Rizal Ramli, saat melakukan kunjungan ke petani di Desa Kampung jeruk, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, di Provinsi Bangka Belitung, Rabu (7/1/2009).

Rizal mengaku bangga karena masyarakat Bangka sudah melakukan pipanisasi sistem pengairan sawah yang merupakan sistem tercanggih yang dilakukan masyarakat seperti di Jepang.

"Kalau masyarakat memanfaatkan lahan pertanian bekas tambang timah bisa dikonversikan, bukan saja baik untuk lingkungan, tapi juga membantu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produksi pertanian rakyat, serta memutus mata rantai pengiriman beras ke Sumatra yang selama ini dipasok dari Pulau Jawa," ujarnya.

Sementara Koordinator Lapangan Masyarakat Petani Proyek Goes Green PT BBTS (Bangka Belitung Timah Sejahtera) Endro Mulyono mengatakan, saat ini sedang dikembangkan sistem pengairan sawah pipanisasi ke petani yang sudah memanfaatkan lahan sekira 14 ha.

"Petani di sini menanam padi jenis IR64 dengan menggunakan pupuk organik dan pupuk kandang. Sekarang ini masyarakat begitu antusias memanfaatkan lahan bekas tambang timah yang bisa dijadikan mata pencaharian setelah harga timah anjlok," ujarnya. (ade)

Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad 
Share