o1 o2

Economy - ekonomi


Sidang Tahunan ADB ke-42

Asean Plus 3 Tinggalkan Ketergantungan Pada IMF

Rabu, 6 Mei 2009 - 11:01 wib
text TEXT SIZE :  
Logo IMF. Dok IMF

JAKARTA - Pengumpulan cadangan devisa bersama (Chiang Mai Initiative) senilai USD120 miliar menjadi langkah sepuluh negara Asia Tenggara plus tiga mitranya, Jepang, China, dan Korea Selatan (Asean plus 3) untuk tidak bergantung pada dana moneter internasional (IMF) dalam menghadapi krisis global. Inisiatif pengumpulan dana ini juga sekaligus mengoreksi kelemahan IMF.

Menteri Keuangan (Menkeu) sekaligus pelaksana jabatan Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Chiang Mai Initiative menciptakan keseimbangan sumber pendanaan sehingga negara Asean plus 3 tidak terlalu fokus pada IMF.

"Ini menunjukan IMF mempunyai kelemahan," kata dia, dalam jumpa pers seusai penutupan sidang tahunan ke-42 Bank Pembangunan Asia (ADB) di Nusa Dua Bali, Selasa (5/5/2009) malam.

Sri Mulyani mengungkapkan, upaya Asean plus 3 dalam sepuluh tahun terakhir ini membuat IMF menyadari kekurangannya yang cukup besar. IMF melihat sendiri, negara Asean serta ketiga mitranya tidak ingin bergantung lagi dan berinisiatif mengumpulkan sumber pendanaan baru.

Kondisi ini juga menyadarkan IMF agar mereformasi lembaganya. Sri Mulyani lebih lanjut mengatakan, Chiang Mai Initiative melengkapi aspek-aspek yang tidak disediakan IMF.

Dari total kesepakatan USD120 miliar, China dan Jepang akan berkontribusi, masing-masing USD38,4 miliar sementara Korea Selatan USD19,2 miliar. Adapun total sumbangan sepuluh negara Asean mencapai USD24 miliar.

Terkait hak suara, China, Jepang, dan sepuluh negara Asean, dijatahi masing-masing 28,4 persen sedangkan Korea Selatan 14,77 persen. Indonesia mendapat jatah penarikan pinjaman sebesar USD11,92 miliar dari total kesepakatan.

Jumlah ini disesuaikan dengan kontribusi Indonesia sebesar USD4,77 miliar dari total kesepakatan USD120 miliar. Akses pinjaman untuk Indonesia ditetapkan 2,5 kali dari total kontribusi.

Dalam kesepakatan ini, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Depkeu Anggito Abimanyu menjelaskan, negara Asean plus 3 tidak akan menyumbang dana secara tunai. Kontribusi masing-masing negara hanya dibuat dalam bentuk nota perjanjian. "Hanya mengatakan bahwa mereka siap berkontribusi sesuai kesepakatannya. Bukan dalam bentuk setoran uang tunai," kata dia.

Komitmen penyediaan dana baru dicairkan bila ada negara anggota yang memerlukan bantuan likuiditas. Adapun pencairannya akan dibagi rata diantara seluruh negara Asean plus 3.(Meutia Rahmi /Koran SI/ade)

 Ada 0 komentar untuk berita ini. Komentar Anda?
Share
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini di http://m.okezone.com
o1 o2
o1 o2

0 komentar

[+lihat komentar]


o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

o3 o4