Pupuk. Foto: Koran SI
JAKARTA - Stok pupuk urea nasional sepanjang kuartal I-2009 menumpuk hingga 2.321.943 ton atau 270 persen lebih tinggi dari ketentuan nasional yang ditetapkan Departemen Pertanian sebanyak 627.415 ton.
Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengatakan, penyaluran pupuk sepanjang keuartal I-2009 pada umumnya jauh lebih rendah dibandingkan yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Pertanian (Permentan). Pada periode tersebut, kata dia, penyaluran urea hanya mencapai 62,12 persen atau hanya sekira 1,118 juta ton dibandingkan dengan Permentan yang seharusnya sebesar 1,799 juta ton.
"Bahkan, pada Maret saja, stok urea yang menumpuk empat kali di atas ketentuan (Permentan)," papar Fahmi, di sela Breakfast Meeting Penyelarasan Kebijakan Pupuk Nasional Menuju Kemandirian Pangan Berkelanjutan, di Gedung Departemen Perindustrian, Jakarta, Rabu (6/5/2009).
Berdasarkan data Depperin, penumpukan stok urea nasional pada Januari mencapai 621.072 ton atau melonjak 247,31 persen dibandingkan dengan ketentuan yang seharusnya hanya 251.140 ton. Penyaluran urea pada bulan tersebut hanya 58,71 persen atau setara 415.192 ton terhadap ketentuan Mentan sebanyak 707.200 ton.
Penumpukan stok pada Maret bahkan menembus 916.418 ton atau mencapai 476,29 persen dibandingkan dengan ketentuan sebanyak 192.410 ton. Pada bulan tersebut, penyaluran urea ke petani mencapai 76,02 persen atau sekira 367.730 ton dari ketentuan sebesar 483.721 ton.(Agung Kurniawan/Koran SI/ade)