o1 o2

Economy - Saham dan Valas


Rupiah Semakin Perkasa di Rp10.395-10.375

Rabu, 6 Mei 2009 - 16:41 wib
text TEXT SIZE :  
Rani Hardjanti - Okezone
Foto: Koran SI

JAKARTA - Rupiah terus menunjukkan penguatan. Bahkan, pada penutupan perdagangan hari ini berada di level Rp10.395-10.375.

Rupiah sempat menguat di posisi Rp10.364 per USD pada awal perdagangan. Namun setelah sesi kedua rupiah terpeleset di atas Rp10.400 per USD.

Hingga pada akhirnya rupiah ditutup di level Rp10.395-10.375 per USD. Angka ini lebih kokoh dibanding perdagangan sebelumnya yang berada di posisi Rp10.490-10.420 per USD.

Penguatan rupiah ini seiring dengan kondisi internal Tanah Air yang dalam kondisi stabil. Kendati masa pemilu masih berlangsung, namun semuanya berjalan stabil. Sehingga investor menilai pasar Indonesia sebagai tempat yang aman, ketimbang di negara Asean lainnya seperti Thailand.

Penguatan ini juga akibat dari sambutan positif pelaku pasar atas pemangkasan BI rate 25 basis poin dari 7,5 persen menjadi 7,25 persen.

Sementara dari sisi eksternal, ada beberapa hal yang mempengaruhi pasar global. Di antaranya, pernyataan Gubernur Bank Sentral Amerika Ben Bernanke pada testimoninya di hadapan Joint Economic Committee mengatakan, ekonomi Amerika mengalami kontraksi tajam sejak musim gugur, dengan real GDP yang turun lebih dari enam persen dalam basis tahunan pada kuartal IV-2008 dan kuartal I-2009.

Menurut Valbury Securities, biaya yang besar dari kontraksi tersebut adalah berkurangnya kesempatan kerja sekira lima juta orang dalam 15 bulan terakhir, sementara jobless claims sampai April mengisyaratkan akan naiknya tingkat pengangguran dalam beberapa bulan ke depan.

Namun data-data ekonomi terakhir menunjukkan bahwa kontraksi ekonomi nampaknya akan melambat, terlihat tanda-tanda
membaiknya permintaan utamanya atas household yang mulai stabil.

Consumer spending yang drop tajam pada semester ke dua tahun lalu (semester 2008), meningkat pada kuartal pertama (kuartal I-2009). Dalam beberapa bulan ke depan, house-hold spending power akan terpacu oleh stimulus fiskal.

Akibatnya, dolar Amerika berbalik menguat dari level terendah selama sebulan terhadap euro di sesi New York hari Selasa, 5 Mei waktu setempat karena investor melakukan aksi ambil untung menjelang pertemuan European Central Bank (ECB) dan kekhawatiran tentang bank-bank Amerika menyurutkan optimistis tentang recovery yang terlihat akhir-akhir ini.

Harapan bahwa dunia telah dapat bertahan dari resesi ekonomi telah memicu penguatan bursa saham dalam beberapa pekan terakhir dan melemahkan aliran safe-haven kepada dolar Amerika, yang melemah hampir empat persen terhadap basket currency di bulan Maret dan April.

Namun investor terlihat mulai melepas euro setelah berhasil mencatat level tertinggi bulanan di level USD1,344, di tengah ketidakpastian tentang keputusan ECB atas suku bunga serta hasil stress test atas 19 bank utama di AS yang dijadwalkan akan dirilis pada Kamis, 7 Mei 2009 mendatang. Sebuah sumber mengatakan bahwa 10 dari 19 bank tersebut diharuskan menambah modal.

Sementara euro merosot 0,3 persen atas dolar Amerika di level USD1,3369, sebelumnya mencatat level tertinggi intraday di level USD1,3437.(rhs)

 Ada 0 komentar untuk berita ini. Komentar Anda?
Share
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini di http://m.okezone.com
o1 o2
o1 o2

0 komentar

[+lihat komentar]


o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

o3 o4