Foto: Corbis
JAKARTA - Perum Bulog optimistis jika target swasembada beras akan terulang kembali pada tahun ini dengan produksi mencapai 38,5 ribu ton. Bahkan ekspor pun direncanakan akan dilakukan pada Mei 2009 ini.
"Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2099, kita bisa menyatakan swasembada masih bisa kita pertahankan," ujar Direktur pelayanan publik Bulog Waris Pratiwi dalam acara Editor Forum Bulog di Hotel Bumi Karsa Bidakara, Jakarta, Rabu malam (6/5/2009).
Untuk itu, berbagai usaha dilakukan untuk peningkatan produksi ini. Misalnya dengan penggunaan bibit baru Hybrida. Dengan penggunaan bibit ini, maka lahan yang tadinya hanya berproduksi sekitar 5-6 juta ton per tahun dapat ditingkatkan menjadi minimal 8 juta ton.
Selain itu, peralatan pascapanen juga perlu ditingkatkan lagi. Bulog pun dengan Departemen Perdagangan telah membahas hal ini. Pasalnya tingkat penyusutan (potensi hilang) beras yang terjadi cukup tinggi sekitar 15-16 persen. Padahal di China dan Thailand hanya 11-12 persen. Dengan adanya peralatan pasca panen yang canggih penyusutan bisa terjadi.
Kendati demikian, pemerintah tetap menandatangai memeorandum of understanding (MoU) dengan Vietnam untuk menyediakan beras bagi Indonesia jika sewaktu-waktu dibutuhkan. "Ini bukan kontrak, tapi MoU. Dan Vietnam juga selalu menyatakan siap menjual besar sebanyak 1 juta ton kalau diperlukan," imbuhnya.
Dia melanjutkan, sebenarnya MoU sejenis, Indonesia pernah melakukannya dengan Filipina serta Timor Leste. Hanya saja, dalam MoU tersebut Indonesia yang bersedia menyuplai beras jika Indonesia kelebihan beras.(rhs)