Foto: Koran SI
JAKARTA - PT CIMB-GK Securities Indonesia mempertahankan rating PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) menjadi neutral, namun menurunkan target harga ke Rp7.800 dari sebelumnya Rp8.500. Penurunan itu menggunakan metode DCF, dengan WACC 12,5 persen dan terminal growth 5,5 persen.
"Kami menyarankan investor untuk take profit dan memilih saham-saham high beta. Kami telah menurunkan laba inti perseroan hingga akhir 2009-2011 sebesar 6-17 persen, karena kuartal I-2009 lemah, khususnya Flexi," ungkap President Director CIMB-GK Securities Indonesia Bernard Thien, dalam buletin CIMB iTrader yang diterima okezone, di Jakarta, Kamis (14/5/2009).
Dengan revisi ini, diprediksi kenaikan laba inti sebesar 17 persen pada akhir 2009, tiga persen pada akhir 2010, karena low base hingga akhir 2008 ketika TLKM melakukan employee reduction porgram. "Pendapatan TLKM masih dipacu oleh Telkomsel, yang memiliki akhir 2009-2011 CAGR sebesar 9,4 persen," ungkapnya.
TLKM tidak akan terlalu agresif dalam mengkonsolidasi mobile dan fixed wireless, meskipun memiliki spectrum dan coverage yang memadai.
TLKM juga berencana menjual BTS dan mengkonsolidasi ke dalam sebuah perusahaan. TLKM memiliki 15 k BTS dan hal ini akan menekan valuasi dari BTS yang akan dijual EXCL, serta menekan biaya sewa BTS.
CIMB Securities juga memprediksikan pendapatan Telkomsel (tsel) pada kuartal II-2009 akan naik, meskipun tarif tetap stabil. Pasalnya, pendapatan dalam tren menaik sejak April dan promosi yang diluncurkan mulai kuartal IV-2008 baru terasa pada kuartal I-2009.
Tsel masih mempertahankan rencana capex USD1,3-1,5 miliar tahun ini untuk mengungguli pesaing, meskipun pertumbuhan tahun ini hanya single digit. Tsel akan masuk ke wireless broadband, ekspansi ke daerah yang belum terpenetrasi dan meningkatkan kualitas jaringan.
Pada perdagangan IHSG sesi pertama, harga saham dengan kode emiten TLKM melemah Rp150 atau turun 2,07 persen ke posisi Rp7.100 per lembar sahamnya. (ade)