o1 o2

Economy - investasi di pasar modal


Amunisi dan Jangka Waktu Investasi

Senin, 25 Mei 2009 - 10:02 wib
text TEXT SIZE :  
Foto: Dok BEI.

Investasi saham biasanya selalu berorientasi jangka panjang. Tapi faktanya tidak sedikit yang bersemangat untuk bisa menikmati keuntungan dalam jangka pendek. Persoalannya, apakah investor lebih memilih memetik keuntungan jangka panjang secara rutin dalam bentuk dividen atau lebih memilih horizon jangka pendek dengan memetik capital gain.

Konsekuensi pilihan seperti ini tidaklah sederhana. Bahkan konsekuensi ini melahirkan sedikitnya dua jenis investor di bursa saham yakni investor yang berorientasi jangka panjang (long term investor) dan investor yang berorientasi jangka pendek (short term investor). Namun, penggolongan jenis investor seperti ini biasanya berkorelasi dengan kemampuan amunisi investor dalam berinvestasi.

Investor yang berorientasi jangka panjang biasanya memiliki amunisi yang cukup banyak. Ia tidak akan terburu-buru merealisasikan keuntungan yang bersifat sesaat, karena ingin memaksimalkan keuntungan. Jika saham yang dibelinya naik, ia tidak akan cepat-cepat menjual karena ia memang berorientasi untuk mendapatkan dividen. Sebaliknya jika harga saham turun, ia akan membeli lagi pada harga yang lebih rendah.

Karakter jangka panjang seperti itu akan menikmati keuntungan dalam dua bentuk, berupa dividen dan berupa potencial gain. Jika ia menjual saham setelah menerima dividen berarti keuntungannya berupa dividen dan capital gain, yakni selisih harga beli dan harga jual saat itu.

Sedangkan investor jangka pendek, biasanya memang tidak dibekali dengan amunisi yang berlimpah. Ia mengharapkan bisa memetik gain dalam jumlah besar dengan memanfaatkan sistem netting yang diterapkan dalam sistem perdagangan saham di bursa. Sebab, sistem netting membuka peluang bagi investor melakukan transaksi jauh di atas dana yang dimilikinya asal nett posisi nilai transaksi masih bisa tercover oleh dana yang dimiliki investor.

Namun begitu, dalam realitas, pemilahan dua jenis investor ini tidak terbagi secara tegas. Seringkali dua karakter itu ada dalam setiap investor di bursa dengan mengalokasikan portofolionya dalam jangka pendek dan jangka panjang. Untuk menghindari kerugian -yang terlalu tinggi- ada baiknya disimak beberapa tips di bawah ini:

1. Perhatikan betul jumlah dana yang akan diinvestasikan untuk membeli saham. Pastikan bahwa dana itu memang benar-benar dana untuk diinvestasikan, tidak diganggu oleh kepentingan kebutuhan rumah tangga.

2. Pahami betul bahwa investasi di saham mengandung risiko, baik bagi investor yang berorientasi dividen maupun investor yang gemar capital gain. Risiko tersebut bisa mengurangi nilai dana yang diinvestasikan akibat kerugian yang disebabkan turunnya harga saham.

3. Bagi investor yang lebih suka jangka panjang dan berharap dividen belilah saham yang memiliki fundamental stabil dalam tiga-lima tahun terakhir. (Jangan semata-mata melihat hanya laba bersih, tapi perhatikan juga penjualannya).

4. Pilih saham yang likuid, sehingga memudahkan investor untuk mencairkan portofolionya jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Saham yang likuid akan menghindarkan kerugian (jika terpaksa melepas portofolio) yang lebih besar karena spread-nya tidak terlalu lebar.

5. Hindari saham yang fluktuatif karena berisiko tinggi. Gerakan saham fluktuatif biasanya lebih banyak ditransaksikan, tanpa dasar yang kuat baik secara fundamental maupun teknikal.

6. Perhatikan jadwal pembagian dividen, cum date dan ex date. Cum date berarti tanggal terakhir perdagangan yang memungkinkan investor mendapatkan dividen, sedangkan ex date adalah tanggal dimana investor yang membeli saham tidak berhak atas dividen.

Contoh, saham X akan membagikan dividen dengan cum date 14 Juni dan ex date 15 Juni 2009, itu berarti investor yang membeli saham X dan karenanya tercatat sebagai pemegang saham pada 14 Juni maka ia berhak atas dividen yang akan dibagikan. Meski ia menjual kembali saham X tadi pada 15 Juni, ia masih tetap berhak atas dividen tersebut. Jadwal ini perlu diperhatikan mengingat lepas cum date, atau masuk ex date harga saham biasanya akan turun yang diistilahkan dengan dividend effect. (Tim BEI)(//rhs)

 Ada 0 komentar untuk berita ini. Komentar Anda?
Share
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini di http://m.okezone.com
o1 o2
o1 o2

0 komentar

[+lihat komentar]


o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

o3 o4