o1 o2

Economy - investasi di pasar modal


Enaknya Berinvestasi di SUN

Senin, 1 Juni 2009 - 07:10 wib
text TEXT SIZE :  
Foto: Dok IDX

Adakah jenis instrumen investasi yang tingkat keamanannya sama dengan deposito tapi bisa memberikan imbal hasil yang lebih nikmat? Falsafah investasi high risk high return memastikan selalu ada instrumen investasi yang memberikan imbal hasil lebih dari deposito. Simak saja instrumen pendapatan tetap, surat utang atau obligasi.

Berdasarkan penerbitnya ada dua jenis obligasi, yakni obligasi negara dan obligasi korporasi. Dari sisi potensi imbal hasil (yield) yang diberikan, obligasi korporasi lebih menarik karena umumnya yield lebih besar dibanding obligasi negara. Namun, dari sisi keamanan, obligasi negara lebih aman karena kemungkinan default-nya kecil. Meski begitu, dibanding dengan deposito, yield obligasi negara atau Surat Utang Negara (SUN) masih lebih menarik.

Belakangan, soal Surat Utang Negara (SUN) kembali menghiasi media massa. Untuk ke sekian kalinya, pemerintah menjual lagi SUN dan untuk ke sekian kalinya pula permintaannya membludak. Pada lelang Surat Berharga Negara (SBN) pekan lalu, pemerintah menawarkan SUN seri FR 0036 yang jatuh tempo selama 10 tahun, Surat Perbendaharaan Negara (SPN) bertenor satu tahun tahun dan FR 0047 yang mempunyai masa jatuh tempo 20 tahun.

Jumlah permintaan yang masuk sungguh luar biasa Rp15,93 triliun. 35 persen di antaranya penawaran dari investor asing. Rinciannya SUN untuk seri FR 0036 mencapai Rp6,95 triliun, permintaan SPN mencapai Rp6,27  triliun dan untuk SUN seri FR 0047 mencapai Rp2,26 triliun. Toh, meski banyak permintaan tapi pemerintah hanya mau menyerap dana sebesar Rp4,4 triliun. SUN seri FR 0036 menyerap Rp2,5 triliun, SPN Rp1 triliun dan SUN seri 0047 Rp800 miliar. Nilai penyerapan ini pun sudah lebih besar dari target yang cuma Rp2 triliun.

Mengapa investor begitu antusias memborong SUN? Sederhana saja. Salah satu karakter uang adalah selalu mencari lahan yang memungkinkan untuk bisa tumbuh lebih tinggi. Semakin tinggi potensi pertumbuhannya, maka lahan itu semakin diburu.  Apalagi jika konsekwensi risiko yang dihadapi tidak terlalu besar, bahkan nyaris nol persen.

Seperti ditulis di atas, saat ini dengan posisi BI Rate di level 7,25 persen, perbankan hanya berani memberikan bunga deposito  yang terbatas kepada nasabahnya. Sementara SUN menjanjikan yield yang lebih.

Pada penawaran SBN pekan lalu, pemerintah menawarkan imbal hasil yang memikat investor. Untuk SUN seri FR 0036, imbal hasil yang akan diterima investor adalah 11,19 persen, sedangkan untuk SUN seri FR 0047 yield-nya mencapai 12,19 persen. Untuk SPN yang jatuh tempo hanya satu tahunpun, pemerintah memberikan yield di atas bunga SBI, yakni 8,08 persen. Nah, besaran yield ini cukup memacu adrenalin investor, terutama investor institusi yang konservatif, untuk memburu SUN di pasar.

Likuid


Selain memberikan yield yang cukup tinggi dibandingkan deposito, daya tarik lain dari SUN adalah likuiditasnya yang cukup tinggi. Meski transaksi SUN berlangsung di luar bursa (over the counter) namun data BEI mencatat nilai transaksi perdagangan Surat Berharga Negara (SBN),  termasuk ORI pada 2007 mencapai Rp1.074,86 triliun dan Rp857,37 triliun pada tahun 2008. Tidak sedikit investor asing yang memburu SUN di pasar sekunder. Dengan begitu, jika investor membutuhkan dana bisa melepasnya di pasar sekunder.

Likuiditas SUN ini akan lebih semarak jika pemerintah menjual SUN sebagaimana menjual obligasi syariah dengan denominasi yang terjangkau masyarakat luas. Andai denominasi SUN bisa disusutkan hingga Rp1 juta, kemungkinan besar agen-agen penjual SUN akan diserbu masyarakat untuk belanja SUN. (Tim BEI)
(//rhs)

 Ada 0 komentar untuk berita ini. Komentar Anda?
Share
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini di http://m.okezone.com
o1 o2
o1 o2

0 komentar

[+lihat komentar]


o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

o3 o4