Dirut Mandiri Agus Martowardojo. Foto: Koran SI
JAKARTA - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyediakan plat form pinjaman maksimal kepada sektor hulu migas sebesar delapan persen dari total alokasi pinjaman di 2009 sebesar Rp170 triliun. Saat ini, perseroan telah menyalurkan pinjaman kepada sektor hulu sebesar dua persen, atau setara Rp3,4 triliun.
Adapun kredit ini, adalah modal kerja dan bagian dari penggunaan lokal contain pada operasional hulu migas dengan menggunakan jasa perbankan nasional yang akan diberikan jika risiko kecil dan sudah ada hasilnya.
Selain itu, diusahakan dana cost recovery sebesar Rp130 triliun sebisa mungkin disimpan di dalam perbankan nasional
"50 persen saja dari cost recovery di simpan di perbankan nasional, cadangan devisa kita membaik," ujar Direktur Utama BMRI Agus Martowardojo dalam penandatanganan perjanjian rekening bersama untuk dana abandoment and site restoration, di Gedung Patra Jasa, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (1/6/2009).
Dia pun meyambut baik dorongan BP Migas untuk mengimbau KKKS asing untuk menyimpan dananya di perbankan nasional. (css) (rhs)