o1 o2

Economy - ekonomi


Ekspor Beras Seharusnya Jangan Dibatasi

Rabu, 17 Juni 2009 - 06:49 wib
text TEXT SIZE :  
Anton Apriantono (Foto: dok. Koran SI)

JAKARTA - Menteri Pertanian Anton Apriyantono menilai kesempatan ekspor beras di tahun ini terlalu sempit. Menurut dia, izin ekspor beras seharusnya tidak perlu dibatasi sampai akhir Juni ini.

"Yang namanya ekspor ternyata tidak bisa dibatasi waktunya karena persiapannya terlalu panjang," ujar Anton seusai bertemu pelaksana jabatan Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati di Jakarta kemarin. Terkait hal ini,kata Anton,Menko Perekonomian akan me-review keputusan pembatasan masa ekspor beras.

Persiapan ekspor menyangkut tinjauan perkembangan harga beras dan permintaan negara importir."Belum nanti dari sininya,memerlukan waktu lagi," ungkapnya. Menurut Anton, pembahasan sebaiknya hanya pada volume ekspor agar tidak mengganggu pasokan di dalam negeri.Kuota ekspor beras 100.000 ton untuk tahun ini sebenarnya sanggup dipenuhi produsen di dalam negeri.

Namun karena kesempatan ekspor sempit, target tersebut kemungkinan tidak dapat terpenuhi. Deputi Menko Perekonomian bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamurthi mengungkapkan, realisasi pengiriman ekspor beras menjelang tenggat akhir Juni ini baru mencapai 2.000 ton yang didominasi jenis premium.

Seluruhnya dikontribusi oleh eksportir swasta.Bayu sebelumnya mengatakan masa ekspor beras bisa saja diperpanjang hingga Agustus lantaran harga beras di dalam negeri relatif stabil dan pasokannya mencukupi. Agustus nanti merupakan musim panen kedua.

Saat ini meski masa panen raya sudah lewat,harga beras domestik masih bagus. Bayu menambahkan, ekspor beras jenis organik akan terus dibuka sampai akhir tahun."Berapa pun besarannya," kata dia.Terkait hal ini, pemerintah berencana memperlonggar ketentuan ekspor beras organik.Saat ini upaya ekspor beras organik masih sulit karena eksportir harus memberikan sertifikasi agar bisa dijual keluar. (css) (Meutia Rahmi /Koran SI/rhs)

 Ada 0 komentar untuk berita ini. Komentar Anda?
Share
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini di http://m.okezone.com
o1 o2
o1 o2

0 komentar

[+lihat komentar]


o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

o3 o4