ilustrasi
JAKARTA - Terkait dengan pengelolaan lapangan gas Donggi Senoro oleh joint operating body (JOB) Pertamina-Medco EP Tomori Sulawesi, pihak Medco mengusulkan untuk mengembangkan lapangan tersebut hanya dengan investasiĀ dari swasta.
Direktur Proyek PT Medco Energi Internasional Tbk Lukman Mahfoedz berpendapat, pihaknya mengajukan opsi yang terbaik untuk komersialisasi dari lapangan marginal dan telantar 28 tahun di Sulawesi Tengah.
"Kami usulkan untuk mengembangkannya dengan murni investasi swasta tanpa membebani negara, tanpa cost recovery di downstream sesuai dengan ketentuan dan aturan kontrak bagi hasil dan aturan pemerintah yang lain," kata Lukman seperti dilangsir dari situs resmi Ditjen Migas di Jakarta, Minggu (21/6/2009).
Kendati demikian, dia menuturkan untuk mencari pendanaan bagi investasi pengelolaan lapangan tersebut yang sebesar USD3,4 miliar bukanlah perkara mudah. Pihaknya pun tengah berusaha untuk mencari dana tersebut saat ini.
"Kalau kami harus mencari monetisasi dengan cara lain maka berapa lama lagi harus menunggu," ujar dia.
Dia menambahkan, negara memiliki potensi diuntungkan sebesar USD6,4 miliar selama 15 tahun kontrak pada harga minyak USD70 per barel atau USD430 juta per tahun dari lapangan gas tersebut. (wda)(rhs)