Image: Corbis.
TOKYO - Perusahaan manufaktur besar di Jepang sedikit pesimistis atas kondisi bisnis periode April - Juni. Survei tankan oleh Bank Sentral Jepang (BoJ), pekan depan diprediksi menghasilkan rebound kondisi bisnis.
Di tengah penurunan tajam di Jepang, peningkatan sentimen bisnis tidak akan mendorong BOJ mengeluarkan kebijakan nonkonvensional. Berdasarkan data pemerintah, perusahaan masih enggan meningkatkan belanja modal (capital expenditure/capex). Ini sinyal bahwa permintaan masih rendah. "Kita akan melihat penguatan signifikan pada hasil survei tankan oleh BoJ," kata ekonom Norinchukin Research Institute Takeshi Minami, seperti dikutip Reuters.
"Tapi, terlalu pagi bagi BoJ menganalisa exit strategy. Perusahaan masih terkendala penurunan kapasitas. Capex akan tetap lemah pada beberapa waktu ke depan." Survei yang dilakukan Menteri Keuangan Jepang dan Economic and Social Research Institute menunjukkan bahwa indeks pada survei bisnis (business survey index/BSI) di perusahaan besar periode April - Juni tetap berada pada minus 13,2. Bandingkan dengan minus 66 pada periode Januari - Maret.
Hasil ini merupakan loncatan terbesar pertama sejak 2004. Perusahaan manufaktur kimia, elektronik, dan automotif mendapat keuntungan dari stimulus yang dikeluarkan Pemerintah China. Survei BSI dan tankan BOJ mengenai indeks sentimen manufaktur memiliki korelasi 97 persen. Perusahaan Jepang memproyeksikan capex tahun buku 2009- 2010 (April 2009-Maret 2010) melemah 19,5 persen. Ramalan ini lebih rendah dari proyeksi dalam survei sebelumnya yang memprediksi anjlok 29,4 persen.
"Kecepatan penguatan sangat terbatas.Ini menggambarkan survei tankan akan menghasilkan penurunan dua digit dalam hal capex," kata Kepala Ekonom Pasar Mizuho Securities Yasunari Ueno. "Jika data capex lemah seperti ramalan, ini akan memberikan bukti baru bahwa pemulihan ekonomi masih lemah dan BoJ tidak dapat menerapkan kebijakan uang ketat dengan mudah," ungkapnya.
Dalam beberapa tahun yang lalu, data capex dalam survei Pemerintah Jepang selalu lebih rendah sekitar 3 persen dibandingkan survei tankan BoJ.
Survei yang dilakukan Pemerintah Jepang memasukkan perusahaan dengan kapitalisasi yang lebih rendah. Survei Pemerintah Jepang telah diumumkan 25 Maret lalu. Hasilnya,nilai persentase dari perusahaan yang mengharapkan peningkatan kondisi bisnis menguat dibandingkan kuartal sebelumnya. Survei ini melibatkan 14.964 perusahaan dengan jumlah responden 11.763. Sementara survei tankan BoJ pada Maret melibatkan 2.400 perusahaan. Soal pelemahan pada permintaan final, kekurangan output berada pada minus 8,2 persen di kuartal pertama.
Data selisih output menunjukkan berapa persentase produk domestik bruto (PDB) menyimpang dari PDB potensial, volume dari aktivitas ketika ekonomi berjalan dengan kapasitas penuh. Pemerintah Jepang memproyeksikan, kelebihan kapasitas produksi secara tahunan sebesar 45 triliun yen. Survei tankan diproyeksikan bisa menunjukkan gairah pemulihan di perusahaan manufaktur besar dibandingkan kondisi terendah tiga bulan lalu. Pertimbangannya, perusahaan melakukan penyetokan kembali karena mengharapkan resesi terburuk sudah terlewati.
BoJ akan memantau komponen keuangan dalam survei tankan. Ini akan menjadi pertimbangan utama BOJ,apakah akan meneruskan kebijakan pembelian surat berharga dan obligasi perusahaan dari bak. Gubernur BoJ Masaaki Shirakawa pekan lalu mengatakan, dirinya mengharapkan bisa mengakhiri kebijakan ini. Indeks sentimen tankan BoJ pada perusahaan manufaktur besar periode April - Juni diproyeksikan berada pada minus 43.
Sementara indeks pada Januari - Maret minus 58 atau posisi terendah sepanjang survei. Survei Reuters Tankan atas kondisi manufaktur yang diumumkan pekan lalu menunjukkan bahwa kondisi bulan lalu masih suram. Sementara pooling Reuters memproyeksikan ekonomi Jepang periode April - Juni tumbuh 0,5 persen setelah turun 3,8 persen pada Januari-Maret. (Ahmad Senoadi)(Koran SI/Koran SI/rhs)