Foto: Koran SI.
JAKARTA - Kementerian Negara BUMN menargetkan agar PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) bisa memberikan spesial dividend. Jumlahnya ditaksir bisa lebih besar dari laba yang didapat.
Demikian dikatakan oleh Menneg BUMN Sofyan Djalil, saat Peresmian Pasar Fisik CPO Terorganisir BBJ, di Hotel Four Season, Kuningan, Jakarta, Selasa (23/6/2009).
Menurutnya, PGN memiliki uang yang banyak, dana tersebut disimpan di dalam kas. Tapi karena adanya gejolak kurs, maka menurut perhitungan akunting menjadi sedikit.
"Jumlah (special dividend) yang mereka bayarkan bisa lebih besar daripada laba yang diraih. Sehingga target dividen bisa tercapai. Persentase diperlukan sekira Rp500 miliar-600 miliar. Sementara Rp550 miliar yang diminta pemerintah," tegasnya.
Sekadar diketahui, perusahaan gas pelat merah ini pada kuartal I-2009 mencatatkan pertumbuhan laba bersih 114 persen menjadi Rp1,219 triliun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp570 miliar.
Pertumbuhan laba bersih pada periode tersebut, didorong oleh kenaikan pendapatan usaha sebesar 62 persen menjadi Rp4,478 triliun dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp2,768 triliun.
Sementara itu, pada 2008 dibukukan laba bersih sebesar Rp 2,14 triliun, atau turun dari 2007 sebesar Rp1,57 triliun.(rhs)