o1 o2

Economy - ekonomi


Korsel Klaim Krisis Mulai Ringan

Jum'at, 26 Juni 2009 - 09:01 wib
text TEXT SIZE :  
Image: Corbis.

SEOUL - Pemerintah Korea Selatan (Korsel) menyatakan perlambatan ekonomi di Negeri Ginseng sudah mulai ringan dan memperkirakan kontraksi tahun ini hanya 1, 5 persen, lebih baik dari proyeksi sebelumnya 2 persen.

"Penurunan ekonomi sudah mulai ringan yang ditunjukkan dengan beberapa indikator yang membaik meski pemulihannya masih lemah," kata Menteri Strategi dan Keuangan Korsel Yoon Jeunghyun, seperti dikutip AFP.

Dia menambahkan, pihaknya akan mempertahankan ekspansi kebijakan untuk sementara waktu di tengah ketidakpastian internal dan eksternal. "Selain itu, kita juga akan berusaha untuk menormalisasi kebijakan makroekonomi melebihi waktu saat pemulihan," ujar dia.

Pada Rabu 24 Juni lalu Dana Moneter Internasional menyatakan akan memberikan outlook lebih optimistis untuk negara dengan perekonomian terbesar keempat di Asia itu bulan depan. Sedangkan Bank Dunia awal pekan ini memprediksi bahwa perekonomian Korsel yang didominasi ekspor itu akan terkontraksi 3-3, 5 persen tahun ini dan tumbuh 2 persen tahun depan.
Kementerian Keuangan Korsel memprediksi ekspor tahun ini akan turun 16 persen sebelum rebound 11 persen tahun depan. Angka tersebut bisa diraih jika nilai impor turun 24 persen tahun ini dan naik 16 persen pada 2010.

Korsel juga memperkirakan surplus perdagangan akan mencapai USD26 miliar tahun ini dan USD12 miliar pada 2010. Sedangkan jumlah pengangguran diperkirakan berada di kisaran 3, 6-3,7 persen tahun ini dan 3,6 persen pada 2010. Kendati demikian, Korsel menyatakan jumlah warga yang kehilangan pekerjaan tahun ini akan mencapai 100 ribu-150 ribu. Jumlah tersebut lebih kecil dibanding ramalan Februari lalu sebanyak 200 ribu orang, seiring program stimulus fiskal yang diperkirakan terlihat hasilnya pada semester kedua tahun ini.

Tahun depan Korsel menargetkan akan menciptakan 150 ribu lapangan pekerjaan. "Kita berterima kasih untuk stabilisasi pasar finansial dan ekspansi kebijakan makroekonomi yang ditunjukkan dengan membaiknya beberapa indikator," ujar Jeung-hyun.

Sebelumnya,  Presiden Korsel Lee Myung-bak menyatakan pihaknya akan memprioritaskan penciptaan lapangan kerja pada paruh kedua tahun ini dan menstabilkan ekonomi kelas pekerja dari dampak krisis finansial. (yanto kusdiantono)(Yanto Kusdiantono/Koran SI/rhs)

 Ada 0 komentar untuk berita ini. Komentar Anda?
Share
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini di http://m.okezone.com
o1 o2
o1 o2

0 komentar

[+lihat komentar]


o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

o3 o4